sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Status Ahok Sebagai Tersangka Adalah Bukti Jokowi Tak Lakukan Intervensi

Status Ahok Sebagai Tersangka Adalah Bukti Jokowi Tak Lakukan Intervensi



Jakarta – Pendiri kelompok relawan Arus Bawah Jokowi, Michael Umbas‎ mengapresiasi kinerja kepolisian dalam penanganan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Status Ahok Sebagai Tersangka Adalah Bukti Jokowi Tak Lakukan Intervensi

Umbas mengatakan, sejak awal kasus tersebut mengemuka, banyak pihak meragukan profesionalitas kepolisian. Namun, justru keraguan itu terjawab karena Polri setelah melalui serangkaian kerja secara profesional telah menetapkan mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai tersangka.

“Kami apresiasi kinerja Polri yang melakukan gelar perkara secara profesional dan melakukan tugasnya tanpa tekanan dari manapun‎,” ujar Umbas, Rabu (16/11).

Baca juga : Status Ahok Kini Menjadi Tersangka Kasus Penistaan Agama

Selain mengapresiasi kinerja kepolisian, Umbas juga menyebut status tersangka yang disandang Ahok menjadi bukti komitmen Presiden Joko Widodo untuk tidak mengintervensi segala proses hukum. Hal itu berbeda dengan kecurigaan sekelompok orang yang ‎selama ini menuding Presiden Jokowi melindungi Ahok.

“Jadi kami juga mengapresiasi presiden yang sama sekali tidak melakukan intervensi kasus ini,” ujar Umbas.

Baca juga : Tanggapan Pihak Istana Negara Terkait Status Tersangka Ahok

Ketidakterlibatan Presiden Jokowi atas kasus Ahok ini juga diperkuat dengan pernyataan dari Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menegaskan tidak ada tekanan dalam keputusan menetapkan Gubernur nonaktif DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka. Penetapan Ahok berdasarkan bukti yang dikantongi tim penyelidik.

“Bukti yang kita sita, kita periksa dengan forensik itu video kemudian ada dokumen-dokumen itu dasar kita dan keterangan melanjutkan kasus ini ke penyidikan untuk tekanan enggak ada,” ujar Ari di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016).
(Muspri-sisidunia.com)