sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ryan Jombang Sesalkan Sikap Oknum Utusan Kejaksaan Jelang Eksekusi Mati

Ryan Jombang Sesalkan Sikap Oknum Utusan Kejaksaan Jelang Eksekusi Mati



Jakarta – Very Idam Henyansyah alias Ryan Jombang mengaku beberapa kali didatangi utusan dari Kejaksaan. Di dalam pertemuan, jaksa tersebut menanyakan permintaan terakhir dari Ryan.

Ryan Jombang Sesalkan Sikap Oknum Utusan Kejaksaan Jelang Eksekusi Mati

Bahkan menurut Ryan bukan sekali dua kali utusan Kejaksaan menanyakan soal permintaan terakhir.

“Sering kalau datang tanya permintaan terakhir apa, terus kapan kamu (mengajukan) grasi. Ya saya kan sedang ajukan grasi ini,” ujar Ryan saat ditemui wartawan di Lapas Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 10 November 2016.

Ryan menuturkan, perkara hukuman mati bukan siap atau tidak siap. Tapi ia menyesalkan sikap oknum utusan kejaksaan yang datang seolah-olah eksekusi mati itu sudah dekat.

Curhat yang sama juga didengar Ryan dari para terpidana mati yang ada di Lapas Cirebon.

“Saya kesal dengan mereka memberikan teror pribadi tanya-tanya permintaan terakhir. Kalau jaksa datang pasti kita bete duluan. Di sini ada 11 terpidana mati termasuk saya. Saya itu kan inginnya ibadah bisa tenang, tidak diganggu sama kedatangan jaksa,” tutur Ryan.

Ryan mengaku telah meminta izin secara resmi kepada pihak kejaksaan untuk menyelesaikan puasa Kifarat. Malahan permohonan untuk bisa menyelesaikan puasa Kifarat juga disampaikan Ryan dalam grasi yang diajukan ke Presiden Jokowi pada 1 Oktober 2016 lalu.

Puasa Kifarat diyakini Ryan mampu menebus dosa-dosanya atas tiap-tiap nyawa korban yang dibunuhnya. “1 nyawa 2 bulan, saya ini sedang menjalankan yang ke 6,” Ryan menambahkan.

Baca juga : Freddy Budiman: Kalau Besok Masuk Daftar Eksekusi Mati, Saya Siap

Ryan merupakan terpidana kasus pembunuhan 11 orang. Beberapa di antaranya dimutilasi. Para korbannya mayoritas dikubur di halaman rumah orangtuanya di Jombang, Jawa Timur. Pembunuhan disertai mutilasi dilakukan Ryan sejak 2007.

Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan hukuman mati kepada pria kelahiran Jombang 1 Februari 1978 itu. Dia lantas banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, namun ditolak.

Begitu pula dengan permohonan kasasinya ke Mahkamah Agung. Ryan lalu mengajukan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Hasilnya, tetap sama.
(Muspri-sisidunia.com)