sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mantan Ketua PDM Menganggap Ulama Mesir Didatangkan Oleh Kelompok Partai Penguasa Untuk Jadi Saksi Ahok

Mantan Ketua PDM Menganggap Ulama Mesir Didatangkan Oleh Kelompok Partai Penguasa Untuk Jadi Saksi Ahok



Jakarta – Ulama Mesir Syeikh Amru Wardani sedianya menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (15/11/2016). Namun, dia mendadak meninggalkan Indonesia hari ini, Senin (14/11).

Mantan Ketua PDM Menganggap Ulama Mesir Didatangkan Oleh Kelompok Partai Penguasa Untuk Jadi Saksi Ahok

Petinggi Lembaga Fatwa Darul Ifta Mesir itu diduga pulang lantaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) melayangkan protes kepada Dubes Mesir untuk Indonesia dan Syeikh Al Azhar terkait rencana Syeikh Mushthofa menjadi saksi meringankan Ahok.

“Dubes Mesir untuk Indonesia Ahmad Amr Muawab, menelpon saya pukul 19.06 WIB. Beliau menyampaikan berita penting. Sehubungan dengan hiruk-pikuknya di memia online dan medsos tentang Syeikh Mustofa, Beliau mengatakan bahwa yang bersangkutan telah meninggalkan Indonesia dan pulang ke negaranya tadi sore,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Juanidi, Senin (14/11/2016).

Menurut Muhyiddin, Syeikh Mushthofa pulang ke Mesir yang secara mendadak itu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi masyarakat. Namun ia memahami bahwa ini merupakan bukti surat MUI ke Grand Syeikh Al Azhar telah membuahkan hasil postif. Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor ini berharap, ke depan tidak ada lagi kelompok-kelompok tertentu yang mencoba mendatangkan ulama dari manapun yang mencoba mendelegitimasi fatwa-fatwa MUI.

Baca juga : Ahok Mengaku Tak Pernah Datangkan Ahli Tafsir Dari Mesir

“Syeikh Mushthofa didatangkan oleh kelompok yang dekat dengan partai penguasa untuk menjadi saksi meringankan Ahok. Dia tidak tahu menahu soal kasus penistaan agama di Indonesia maupun aksi damai 4 November lalu. Mudah-mudahan tidak ada lagi kelompok tertentu yang mencoba mendatangkan ulama dari negara asing yang berusaha mendelegitimasi otoritas MUI,” tandas Muhyiddin.
(Muspri-sisidunia.com)