sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Khawatir ISIS Ancam Negara RI, Banyak Gerakan Mereka yang Belum Terdeteksi

Khawatir ISIS Ancam Negara RI, Banyak Gerakan Mereka yang Belum Terdeteksi



Jakarta – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut gerakan separatisme mengancam persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Boy menganggap masih banyak kegiatan ISIS yang masih belum terdeteksi oleh negara.

Khawatir ISIS Ancam Negara RI, Banyak Gerakan Mereka yang Belum Terdeteksi

“Gerakan ISIS itu mengancam negara kita yang berdasarkan Pancasila. Artinya itu banyak sekali juga kegiatan-kegiatan yang belum terdeteksi dengan baik terutama mereka yang di luar (negeri),” kata Boy usai apel di halaman Mako Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis Depok, Jumat (11/11/2016).

Gerakan separatisme itu menjadi ancaman bagi kehidupan berbangsa. Boy menyebut gerakan separatisme seperti yang dilakukan oleh ISIS cenderung menggunakan agama untuk menarik massa.

“(Sebenarnya itu) konflik horizontal di negara mereka (Suriah) pakai gerakan ISIS mengatasnamakan simbol-simbol agama. Banyak sekali anak muda kita terpengaruh gerakan itu,” kata dia.

Soal kabar tewasnya salah satu panglima ISIS asal Indonesia di Suriah, Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal Al Yemeni Al Indunisi pun belum menjamin matinya gerakan ISIS di Indonesia. Pasalnya banyak gerakan separatisme yang terselubung dan digerakkan dari luar Indonesia.

“Kan mereka berada diluar jangkauan kita dan di luar otoritas yurisdiksi kita,” jelas Boy.

Salah satu upaya yang dilakukan Polri saat ini, kata Boy, adalah meningkatkan kerjasama internasional seperti kegiatan interpol di Bali lalu. Boy mengakui butuh kerjasama antarnegara untuk mengatasi terorisme.

“Kerjasama internasional, kemarin interpol itu salah satunya bahas itu. Kerjasama internasional sangat penting. Artinya negara terkait harus menyatukan kekuatan untuk melakukan antisipasi terhadap konflik horizontal di dalam negerinya mereka,” terang dia.
(Muspri-sisidunia.com)