sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Juhanda Pelaku Bom Gereja Kini Ditangani Oleh Densus 88

Juhanda Pelaku Bom Gereja Kini Ditangani Oleh Densus 88



Samarinda – Pelemparan bom molotov yang terjadi di Gereja Oikumene, Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, termasuk tindak pidana terorisme. Itu sebabnya, kasus ini ditangani Detasemen Khusus 88/Antiteror Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Juhanda Pelaku Bom Gereja Kini Ditangani Oleh Densus 88

“Personel Densus sedang meluncur ke Samarinda untuk menangani kasusnya,” kata Kepala Kepolisian Resor Samarinda Komisaris Besar Setyobudi Dwi Putro pada hari ini, 13 November 2016. Polisi di daerah, akan membantu penyidikan J, tersangka pelaku pengeboman.

Baca juga : Bom di Gereja Memakan Korban Bocah Kecil, Said Agil Mengutuk Keras

Setyobudi menerangkan, personel Densus 88 akan menginterogasi tersangka J di kantor Polres Samarinda. J sebelumnya dikeroyok warga setelah melempar bom molotov ke area parkiran gereja. J dicokok ketika melarikan diri dengan menerjuni Sungai Mahakam, di seberang gereja. “Kami nantinya membantu penyidikan.”

Menurut informasi dari Mabes Polri, pelaku adalah Juhanda alias Jo, 32 tahun. Dia mantan narapidana kasus teror bom buku 2011 di Tangerang, bersama Pepi Fernando.

Setyobudi mengatakan, belum mengetahui motif tersangka melakukan pengeboman yang melukai lima jemaat Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda. Dia juga belum bisa memastikan J dari kelompok mana. “Semuanya masih dalam penyidikan polisi,” ujarnya.

Ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, terjadi sekitar pukul 10.10 Wita. Sebagian jemaat masih dalam gereja melaksanakan ibadah sedangkan sejumlah di antaranya berada di area parkiran kendaraan. Tiba-tiba ada seorang pria tidak dikenal mengenakan kaus dan celana hitam melemparkan satu jenis bom molotov. Bom ini langsung meledak serta melukai sejumlah korban.

Sesaat bom meledak, Setyobudi menuturkan, pelaku langsung melarikan diri dengan menerjuni Sungai Mahakam di seberang Gereja Oikumene. Warga sekitar lokasi kejadian menangkap serta memukuli pelaku sebelum menyerahkannya ke Polsek Samarinda Seberang.

Hingga kini polisi masih melakukan pendataan identitas korban yang mengalami luka-luka sebanyak lima orang. Korban luka luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Muis, Samarinda. Polisi saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan bom. dugaan polisi bom bertipe daya ledak rendah ini adalah bom rakitan molotov. (bens – sisidunia.com)