sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Tidak Diwajibkan Hadir Pada Gelar Perkara

Ahok Tidak Diwajibkan Hadir Pada Gelar Perkara



Jakarta – Gelar perkara kasus dugaan penistaan agama sesuai pasal 156a KUHP yang melibatkan Gubernur non aktif DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipastikan akan digelar Selasa (15/11) di Rupatama, Mabes Polri.

Ahok Tidak Diwajibkan Hadir Pada Gelar Perkara

Menurut Kapolri, Ahok sendiri diundang dalam gelar perkara itu. Namun dia boleh datang namun juga tak masalah jika tidak hadir.

Dalam salinan surat undangan yang diterima wartawan, gelar perkara akan dimulai pukul 09.00 WIB di Rupatama, Mabes Polri. Nantinya akan ada 11 pelapor yang akan diundang untuk menghadiri gelar yang bersifat terbuka tapi terbatas itu.

”Enggak ada masalah. Sudah saya sampaikan gelar perkara besok, pelapor dengan saksi ahli dihadirkan, terlapor dengan saksi ahli juga dihadirkan. Saksi ahli dari penyidik juga dihadirkan. Setelah itu ada dari pihak netral, yaitu Ombudsman dan Kompolnas. Hanya mereka tidak berbicara, mereka akan mengawasi,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob, Depok, Senin (15/11).

Menurut Tito nanti akan diberikan kesempatan wartawan untuk meliput pembukaan gelar perkara. Kemudian gelar perkara dilakukan tertutup. Alasannya produk dari gelar perkara adalah tiket penyidikan maka itu tidak boleh terbuka.

”(Para pihak dan ahli) ini sifatnya memberi masukan, selesai. Tidak ada kesempatan (tanya jawab), kemudian penyelidik akan mengambil kesimpulan yang akan disampaikan paling lambat esoknya, hari Rabu (17/11),” tambah Tito.

Apakah Ahok sendiri akan diundang? ”Kami undang tapi boleh datang atau boleh tidak. Tapi kalau datang juga silakan,” jawab Tito.

Terkait saksi ahli dari Mesir yang didatangkan pelapor, menurut Tito, hal itu dibolehkan. Hal yang sama juga terjadi dalam kasus Jessica Kumala Wongso dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Jessica saat itu menghadirkan saksi ahli dari Australia.

“Enggak masalah itu,” kata Tito.
(Muspri-sisidunia.com)