sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » 4 WN China Sedang Bertani Cabai di Kabupaten Bogor Diringkus Imigrasi

4 WN China Sedang Bertani Cabai di Kabupaten Bogor Diringkus Imigrasi



Bogor – Sebanyak 4 orang warga negara (WN) China ditangkap pihak Imigrasi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keempat WN China ini ditangkap saat bertani.

4 WN China Sedang Bertani Cabai di Kabupaten Bogor Diringkus Imigrasi

“Mereka melakukan usaha di bidang pertanian dan sekarang sudah ditangkap dan sedang diproses oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora),” kata Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie di aula lantai 12 Gedung Ditjen Imigrasi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2016).

4 WN China ini ditangkap di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10) pukul 13.00 WIB. Penangkapan dilakukan oleh Tim Pora DKI Jakarta dan Tim Pora Imigrasi Kelas II Kota Bogor. Tim Pora DKI Jakarta mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya keberadaan WN China di lokasi tersebut. Keempat WN China ini sedang menanam cabai.

Tim Pora DKI Jakarta kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Benar saja, ada para WN China ini menanam cabai di atas lahan 4 hektare. Tim Pora DKI Jakarta kemudian melakukan koordinasi dengan Tim Pora Imigrasi Kelas II Kota Bogor. Para WN China ini pun kemudian ditangkap.

Keempat orang WN China ini merupakan laki-laki, masing-masing Xue Qingjiang (51), Yu Wai Man (37), Gu Zhaojun (52) dan Gao Huaqiang (53).

Xue Qingjiang dan Yu Wai Man saat diperiksa tidak memiliki paspor dan dokumen apapun. Sementara Gu Zhaojun dan Gao Huaqiang melakukan penyalahgunaan visa kunjungan. Kedua WN China yang tidak membawa paspor beralasan dokumen mereka dibawa oleh sponsor.

Keempat orang WN China tersebut dibawa ke kantor Imigrasi Kelas II Kota Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ronny mengatakan, pihaknya akan menelusuri kasus ini lebih lanjut.

“Kita tahu ada kebijakan bebas visa kunjungan yang berlaku 1 bulan bagi WNA dari 149 negara mendapat visa kunjungan. Ini menjadi celah bagi WNA yang melakukan kegiatan lain,” katanya. Dia mengimbau agar masyarakat aktif memberikan informasi jika ada aktivitas WNA yang mencurigakan.

“Yang dilakukan imigrasi mengejar, nanti imigrasi melakukan kerja sama dengan aparat lain apakah butuh tim tambahan,” ucapnya.
(Muspri-sisidunia.com)