sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » PNS Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg Lantaran Bukan Golongan Miskin

PNS Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg Lantaran Bukan Golongan Miskin



Jakarta – Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, sudah saatnya penyaluran barang subsidi ‎tepat sasaran, agar dapat dialihkan ke sektor produktif. Hal tersebut seperti pada penataan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang sebagian dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

PNS Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg Lantaran Bukan Golongan Miskin

“Saya kira strategi pemerintah subsidi ke sasaran tepat dana yang ada disasarkan untuk pembangunan infrastruktur,” kata Dwi di Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Dwi menilai, selama ini meski tabung elpiji sudah terdapat tulisan “Untuk Rakyat Miskin”, tetapi masih saja ada golongan yang tidak berhak mengkonsumsi sumber energi tersebut. ‎”Elpiji 3 kg siapa saja bisa beli meski ditulis Untuk Rakyat Miskin,” tegas dia.

Karena tak masuk golongan miskin, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg. Untuk mengawal hal ini, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang juga mengatakan, beberapa Pemda telah berkomitmen agar penggunaan elpiji bersubsidi tepat sasaran, salah satunya dengan melarang PNS-nya menggunakan elpiji 3 Kg.

“Pemda lagi komitmen elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin, dan PNS dilarang pakai elpiji bersubsidi,” kata Bambang.

Menurut Bambang, PNS sudah tidak masuk dalam kategori masyarakat miskin, hal tersebut yang melatarbelakangi Pemda mengeluarkan kebijakan larangan ini.

“Kita minta Pemda, kan PNS sudah tidak masuk golongan miskin. Makanya pemda menyarankan tidak boleh,” tutur Bambang.

Bambang mengungkapkan, larangan tersebut sifatnya hanya persuasif, oleh karena itu tidak ada hukuman bagi PNS yang masih menggunakan elpiji yang dibungkus dengan tabung berkelir hijau tersebut.

“Persuasif itu menyadarkan saja hak orang miskin. Kalau dimakan berarti zhalim, kalau zhalim nggak berkah,” ucap Bambang.

Pemda yang menerapkan larangan tersebut di antaranya, Binjai, Deli Serdang, Bogor, Bandung mau declare, Bekasi. Jawa Tengah paling banyak Pati, Kudus, Semarang Kota, Semarang Kabupaten, Ponorogo, Blitar, Kediri.
(Muspri-sisidunia.com)