sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Menteri Susi Keluhkan Kasus Pencurian Ikan Atas China Dalam Sidang Interpol

Menteri Susi Keluhkan Kasus Pencurian Ikan Atas China Dalam Sidang Interpol



Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengeluhkan sikap warga asal China yang kerap mencuri ikan di perairan Indonesia. Hal itu disampaikan Susi saat menjadi pembicara di sidang umum Interpol.

Menteri Susi Keluhkan Kasus Pencurian Ikan Atas China Dalam Sidang Interpol

“Kita (Indonesia) tadi mengeluh karena yang bandel-bandel yang besar-besar dari negeri Tiongkok. Makanya diharapkan Indonesia dan China bisa bekerjasama atasi ilegal fishing,” kata Susi di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (9/11).

Dijelaskan Susi, banyaknya aksi pencurian ikan ke Laut Indonesia lantaran di Laut China kekurangan ikan. Sehingga, dua tahun lalu, China membuat moratorium untuk memperbaiki ikan di lautnya.

“Mereka itu di lautnya sudah tidak ada ikannya, China melakukan moratorium untuk me-recovery. Kalau sudah tidak punya, kalau uber fishing di laut mereka maka ya nyuruh yang terdekat toh,” ujar dia.

Susi menuturkan, berdasarkan catatan komite perikanan nasional, potensi penangkapan ikan naik drastis menjadi 9,9 juta yang semulanya hanya 6,5 juta.

“Jadi orang Vietnam atau mana saja tahu bahwa ikan di Indonesia banyak sekali. Itu bisa dilihat dari satelit jadi tidak usah datang,” pungkas Susi.

Susi Pudjiastuti juga mengakui makin banyak modus yang digunakan oleh nelayan asing dalam mencuri ikan di perairan Indonesia. Seperti mengubah bentuk kapal eks-asing, sehingga secara bentuk dan dokumen seolah-olah menjadi kapal dalam negeri, dan mendaftarkan kapalnya pada izin kapal perikanan dalam negeri.

“Jadi mereka mengubah tampilan kapalnya dari fiber ke kayu biar terlihat seperti kapal Indonesia. Kalau di Bitung memang kapal kayu Indonesia tapi ABK-nya orang asing,” kata Susi.
(Muspri-sisidunia.com)