sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Masyarakat Belum Terpengaruh Dengan Kenaikan Nilai Tukar Dolar

Masyarakat Belum Terpengaruh Dengan Kenaikan Nilai Tukar Dolar



Jakarta – Pasca terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sempat melesat ke level Rp 13.485 pada Jumat (11/11/2016) kemarin.

Masyarakat Belum Terpengaruh Dengan Kenaikan Nilai Tukar Dolar

Naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah disebabkan banyaknya masyarakat yang khawatir terhadap kebijakan yang akan diterapkan Trump. Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, meskipun belum akan menyentuh level Rp 13.000/US$, nilai tukar rupiah pekan depan diprediksi berada pada level Rp 13.210 – Rp 13.245/US$.

“Untuk sepekan ke depan prediksi kami rupiah masih akan berada di kisaran Rp 13.210-13.245/US$. Pengaruh eksternal terutama perkembangan AS pasca Trump terpilih masih akan menjadi perhatian pasar,” tutur Reny kepada wartawan, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Namun, tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak lekas membuat masyarakat ramai-ramai menjual dolarnya untuk mencari untung.

Di money changer Ayu Masagung di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat misalnya, masyarakat yang menjual dan membeli dolar masih dalam jumlah yang sama.

“Kalau kemarin pas tinggi yang jual sama yang beli sama-sama banyak,” ujar salah seorang petugas money changer Ayu Masagung kepada wartawan, Jakarta Pusat, Minggu (13/11/2016).

Penukaran rupiah dan dolar di Ayu Masagung masih dalam jumlah yang normal. Belum ada masyarakat yang ramai menjual dolarnya saat nilai tukarnya mencapai Rp 13.485 seperti Jumat kemarin.

“Jual banyak, yang beli banyak. Sesuai kebutuhan mereka saja,” katanya.

Dirinya juga menambahkan bahwa persediaan rupiah maupun dolar di Ayu Masagung masih mencukupi. Beberapa hari terakhir ini belum terlihat adanya lonjakan masyarakat yang menukar dolarnya ke rupiah.

“Persiapan dari sini cukup,” tuturnya.
(Muspri-sisidunia.com)