sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Ramalan Fadli Zon Atas Kemenangan Donald Trump Menjadi Presiden AS 2016

Ramalan Fadli Zon Atas Kemenangan Donald Trump Menjadi Presiden AS 2016



Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tak terkejut dengan kemenangan Donald Trump di Pilpres Amerika Serikat. Menurutnya, program yang ditawarkan Trump lebih baik dibanding pesaingnya, Hillary Clinton.

Ramalan Fadli Zon Atas Kemenangan Donald Trump Menjadi Presiden AS 2016

“Saya kira ini kemenangan cukup telak dari Donald Trump. Saya dari awal memang sudah yakin bahwa Trump akan menang. Melihat konfigurasi rakyat AS saya yakin apa yang disampaikan dalam kampanye soal Islam, imigran itu retorika kampanye. Tidak akan dia lakukan,” kata Fadli saat dihubungi, Rabu (9/11/2016).

Menurut Fadli, dengan terpilihnya Trump hubungan Indonesia-AS akan menjadi lebih baik. Trump adalah sosok yang akan membangun AS dengan bakat kewirausahaannya.

“Buat Indonesia akan lebih bagus, karena kalau Donald Trump pasti kerjasamanya lebih pada arah bisnis, enterpreneur. Bahkan dia sendiri mengatakan dia adalah seorang builder,” ungkap dia.

Di samping itu, politikus Partai Gerindra ini juga telah memprediksi bahwa Trump berhasil meraih suara melebihi rivalnya Hillary Clinton. Sebab, retorika diungkapkan Trump mampu memengaruhi publik AS.

“Saya dari awal termasuk yang sudah yakin bahwa Donald Trump akan menang, melihat konfigurasi rakyat AS dan saya yakin apa yang dia sampaikan dalam kampanye yang dikhawatirkan soal islam, imigran, retorika kampanye, tidak akan dia lakukan,” terangnya.

Fadli justru khawatir bila Hillary menang. Ini dikarenakan ditakutkan Hillary akan ikut campur dalam urusan luar negeri Indonesia. Spekulasi itu terlihat saat Hillary masih menjadi Menteri Luar Negeri AS. Hillary terlibat dalam sejumlah persoalan negara lain, seperti di Timur Tengah.

“Sementara Hillary, dia akan ikut campur dalam urusan seperti Timteng kan banyak kebijakan Hillary, hancur-hancuran dan sebagainya. Kalau Hillary memang akan ikut campur urusan seperti Papua,” sambungnya.

Berdasarkan penghitungan yang dilansir media ternama Washington Post, Rabu (9/11/2016), Trump telah meraih 276 electoral vote, meninggalkan rivalnya, Hillary Clinton yang meraih 218 electoral vote. Dengan perolehan ini berarti Trump telah melampaui ketentuan 270 electoral vote yang harus direbutnya untuk memenangkan pilpres.
(Muspri-sisidunia.com)