sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polri Akan Gelar Perkara Kasus Ahok Pada 16 November Mendatang Secara Terbuka Dan Terbatas

Polri Akan Gelar Perkara Kasus Ahok Pada 16 November Mendatang Secara Terbuka Dan Terbatas



Jakarta – Polri akan melaksanakan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama, dengan terlapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara terbuka dan terbatas.

Polri Akan Gelar Perkara Kasus Ahok Pada 16 November Mendatang Secara Terbuka Dan Terbatas

Komjen Ari Dono Sukmanto Kepala Bareskrim Polri mengatakan, gelar perkara akan dilakukan Rabu, 16 November 2016. Gelar perkara itu rencananya dimulai pukul 09.00 WIB, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

“Kami akan mengundang sejumlah pihak. Selain dari internal kepolisian, juga mengundang pihak pelapor dan terlapor, termasuk Ahok dan Habib Rizieq Imam Besar FPI,” ujarnya di Markas Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Ari dono menjelaskan, gelar perkara sebetulnya adalah proses penyelidikan yang bersifat tertutup, dan cuma untuk internal kepolisian. Tapi, karena adanya permintaan untuk terbuka dan transparan, maka polisi mengundang sejumlah pihak untuk menyaksikannya.

“Gelar perkara ini bukan pengadilan. Jadi, tidak ada kuasa hukum dan jaksa penuntut. Setelah gelar perkara, kami analisa secepatnya, lalu akan kita sampaikan hasilnya kepada publik,” tegasnya.

Kabareskrim menegaskan, gelar perkara terbuka dilakukan, untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Ahok sendiri menginginkan gelar perkara kasusnya digelar terbuka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dia kemudian membandingkan dengan kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang menyidangkan Jessica Kumala Wongso.

“Kalau Anda punya hati nurani, maka gelar perkara harus terbuka, sehingga TV manapun ‘live’. Orang ‘Jessica kopi sianida’ saja live berjam-jam pada nonton kok,” kata Ahok, Kamis (10/11/2016).
(Muspri-sisidunia.com)