sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Khairani Windya, Gadis Cantik Yang Berhasil Menurunkan Berat Badan Dari 128 Kg Sampai 77 Kg

Khairani Windya, Gadis Cantik Yang Berhasil Menurunkan Berat Badan Dari 128 Kg Sampai 77 Kg



Jakarta – Khairani Windya. Saat kami hubungi, Rani, sapaan akrabnya, sangat ramah sekali. Dia menyambut hangat dan memang punya keinginan yang sama untuk berbagi kisah inspiratif mengenai dietnya. Penasaran bagaimana kisah lengkapnya? Yuk simak!

Khairani Windya, Gadis Cantik Yang Berhasil Menurunkan Berat Badan Dari 128 Kg Sampai 77 Kg

Di awal kesempatan berbincang-bincang dengan Rani, wartawan tertarik dengan bagaimana ceritanya dulu. Rani mengaku berat badannya sempat menyentuh 128 kg. Sejak awal kalimat sampai dia selesai menceritakan masa lalunya, kamu pasti nggak bakal heran sih sama alasan kenapa dia bisa sebesar itu.

“Dulu, aku itu orangnya nggak suka banget sama yang namanya olahraga. Benci banget bahkan kalau bisa dibilang. Waktu zaman sekolah, saat yang lain pada seneng pas mata pelajaran olahraga, aku malah benci,”

Rani bahkan sampai menegaskan kemalasannya untuk berolahraga di masa mudanya. Saking malesnya, kata Rani, setiap mau dites olahraga, aku suka cari alasan dan guru olahragaku pun langsung paham sama keinginanku.

“Bahkan kalau soal nilai, aku biasanya nyogok ke gurunya. Hehehe… tambah Rani sambil tertawa,”

Selain malas gerak, kebiasaan ngemil dan makan junkfood terus menerus membuat berat badan Rani cepat naik. Hmmm… ini sih kebiasaanmu juga, ya?

“Jujur, makan sih nggak banyak. Maksudnya, aku makan nasi nggak banyak. Tapi lauknya bisa banyak banget. Ngemilnya juga kuat,” kata Rani.

Waktu zaman kuliah, Rani punya makanan wajib setiap minggu untuk mengobati gairahnya. Itu adalah McDonalds, salah satu junk food yang tenar di kalangan anak muda. Sekali pergi ke gerai McDonalds, Rani mengaku bisa menghabiskan dua ayam, satu nasi, satu kentang, satu es krim McFlurry dan tentu minuman bersoda sebagai pelepas rasa hausnya. Fiuh! Hehehe…

“Aku waktu kuliah di Jatinangor, wajib banget main ke kota buat makan McD. Dulu waktu ‘kan di Nangor nggak ada McD. Pokoknya setiap seminggu sekali aku harus ke sana. Setiap ke sana, berubahlah mood aku. Temen-temenku juga ngerti kalau aku marah atau lagi bete seharian, maka obatnya itu diajak ke McD,” kata Rani seraya mengeluarkan tawa kecil.

Soal ngemil, Rani punya kebiasaan buruk juga di kehidupannya sehari-hari. Dan, zaman skripsian pun jadi puncaknya.

“Waktu skripsian keadaanku makin parah. Makin gendut. Sekalinya ke minimarket, aku bisa habisin duit puluhan ribu rupiah buat beli cemilan doang. Sampe nyetok banyak cemilan di kamar buat jadi temen garap skripsi,” tutur cewek kelahiran 1 Maret 1993 tersebut.

Lalu, bagaimana hati Rani bisa terketuk untuk menurunkan berat badannya?

Rani yang juga seorang karyawan divisi kreatif off air RCTI ternyata mulai dietnya secara iseng-iseng. Cewek asal Bekasi tersebut menceritakan, waktu habis lulus kuliah, dia nggak berbeda jauh dengan fresh graduate pada umumnya. Pada satu waktu, dia berhasil lulus tahap awal rekrutmen sampai menjelang tahap akhir.

Waktu menjelang tahap terakhir tersebut, para pesaingnya hanya tinggal tersisa sekitar 200 orang, tapi sayang, Rani nggak berhasil lolos. Menurutu Rani, dia nggak lolos di tahap tes kesehatan. Kita semua pasti tahu sendiri kalau tes kesehatan itu biasanya ada di bagian akhir. Dari situ mulai ada benih-benih buat mengubah penampilan, khususnya di berat badan.

Kemudian, beberapa bulan kemudian, tiba-tiba ada temannya yang mengajak gabung member di sebuah tempat fitnes terkenal.

“Aku langsung bilang ke dia, ‘Gila lu!’. Tapi kemudian dia terus ngerayu. Mumpung murah, katanya. Waktu itu cuma Rp 200 ribu per bulan sepuasnya,” kata Rani.

“Awalnya aku pesimis sih kalau aku pasti bakal nggak suka. Tapi cerita berubah ketika aku ngejalaninnya. Ketika pertama kali nyoba, dalam hati berkata, ‘Kok enak ya?’ Capek sih, tapi kok enak ngerasainnya.”

Setelah itu cerita berubah dan menurut pangakuan Rani, dalam seminggu dia bisa turun dua kilogram. Kemudian, pada minggu kedua dia bisa turun empat kilogram.

“Terus dipikir-pikir, aku bisa nih turun banyak kalau dalam kurun waktu singkat itu saja bisa menurunkan berat badan,”

Rani tipe orang yang batu alias susah buat dikasih tahu. Dia bahkan lebih tersinggung ketika ada orang lain menyuruhnya diet, ketimbang diejek ‘tronton’ atau ‘tribun stadion’

Percuma kalau ada kemauan tapi nggak ada tindakan. Begitulah maksud yang ditekankan Rani. Menurutnya, datangnya kemauan untuk menurunkan badan itu harusnya nggak datang dari orang lain, tapi dari lubuk hati paling dalam.

“Dulu, aku orangnya paling nggak suka dan sebel kalau disuruh diet. Aku nggak tersinggung kok ketika dibilang dan diledek tronton, tribun stadion atau sebutan-sebutan lain. Tapi aku bakal tersinggung kalau disuruh diet. Soalnya aku mikir, ya nggak apa-apa sih, badan-badan aku ini. Kalau diet mah tinggal nunggu sadar aja.”

Tips dari Rani, buatlah pola diet yang nyaman. Kalau kita nyaman dengan pola tersebut, olahraga atau atur pola makan pasti nggak akan tersiksa. Pola diet yang diciptakan Rani terbukti ampuh. Selama 8 bulan program diet, dia berhasil menurunkan berat badan yang tadinya 128 kg menjadi 77 kg. Kalau dihitung-hitung, Rani sukses menghilangkan beban tubuhnya sebanyak 51 kg!
(Muspri-sisidunia.com)