sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » 4 Kasus Sekaligus Yang Di Ungkap Kapolri Terkait Kasus Ahok. Apa Saja ?

4 Kasus Sekaligus Yang Di Ungkap Kapolri Terkait Kasus Ahok. Apa Saja ?



Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap empat kasus yang terkait dengan Basuki Tjahaja Purnama. Pertama, tentunya adalah dugaan penistaan, atau penodaan agama oleh pria yang akrab disapa Ahok itu.

4 Kasus sekaligus Yang Di Ungkap Kapolri Terkait Kasus Ahok. Apa Saja ?

Kedua, dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu tentang pengeditan dengan terlapor Buni Yani. Ketiga, peristiwa penyerangan kepada petugas pada 4 November malam, yang diduga melanggar pasal 214 KUHP, karena menimbulkan korban. Dan, keempat, penjarahan di Penjaringan dengan 17 orang ditangkap, 14 sudah ditahan, tiga sedang diperiksa.

“Untuk penyerangan petugas, lima ditangkap, empat ditahan, satu proses,” kata Tito dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa 8 November 2016.

Tito menuturkan, institusinya juga tengah memproses kasus Buni Yani yang sampai kini masih berstatus sebagai terlapor. Mereka masih dalam tahap penyelidikan.

“Khusus masalah saudara Basuki ini, sudah kita periksa waktu minggu lalu. Saya sampaikan dulu jumlah saksi yang diperiksa 21, sekarang 33. Babak akhir rangkaian penyelidikan,” ujar dia.

Tito melanjutkan, rangkaian penyelidikan terakhir adalah gelar perkara. Tahap itu untuk menentukan apakah peristiwa tersebut memiliki unsur pidana atau bukan.

“Kalau pidana akan ditingkatkan ke penyidikan, dan tidak menutup kemungkinan terlapor akan jadi tersangka. Sebaliknya, gelar perkara menyimpulkan tidak ada tindak pidana, maka penyelidikan akan dihentikan,” katanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, proses hukum dalam kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok memerlukan tahapan waktu. Tito mengklaim, perkara itu memang tidak mudah.

“Kasus ini tidak sesederhana kasus yang lain. Yang dituduhkan 156 A KUHP,” kata Tito.
(Muspri-sisidunia.com)