Home » News » Video Aksi Nakal “Donald Trump” Dengan Model Bikini Ini Mengundang Kontroversi

Video Aksi Nakal “Donald Trump” Dengan Model Bikini Ini Mengundang Kontroversi



New York – Terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, pada Rabu (9/11/2016). Trump menang atas lawan beratnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Video Aksi Nakal "Donald Trump" Dengan Model Bikini Ini Mengundang Kontroversiv

Di tengah euforia kemenangan Donald Trump, beredar foto hot dan video mirip Donald Trump meremas payudara dan vagina model bikini di tengah keramaian di New York City.

Baca juga : Trump Menang, Hubungan AS dan Israel Semakin Mesra

Dalam video hot tersebut, pria mirip Donald Trump turun dari taxi, sambil perjalanan perlahan menuju Trump International Hotel dan Tower yang terletak di sudut barat daya dari Central Park.

Awalnya, pria itu berjalan ke Trump Tower bersama dua model bikini. Ia sempat dicegat oleh polisi saat masih berada di dalam mobil. Selanjutnya, pria mirip Donald Trump tersebut menuju ke Trump Tower, markas kampanye presiden Partai Republik.

Dalam waktu singkat, pria tersebut dikerumuni puluhan wanita berbikini yang mengenakan sepatu hak tinggi. Pria itu lantas melambaikan tangan ke kerumunan massa yang disambut dengan antusias. Model bikini yang berada di samping pria mirip Donald Trump tampak lengket manja.

“Saya bukan pelacur. Hormati kami, jangan sentuh tubuh kami,” ucap seorang wanita model bikini, seperti dilansir The Sun.

Seorang model bikini lantas berteriak bahwa pria itu bukan Donald Trump. Pria yang sangat mirip dengan Donald Trump itu hanya tiruan alias palsu.

Setelah beberapa menit, Trump palsu itu melepas pelukan model bikini, lantas berjalan menyusuri Fifth Avenue di tengah kerumunan pejalan kaki yang mengambil gambarnya dengan smartphone dan kamera mereka. Pria itu kemudian naik taksi dan meninggalkan kerumunan massa.

Ternyata, aksi tersebut dilakukan oleh fotografer Inggris Alison Jackson yang terkenal menirukan gaya orang-orang terkenal. Foto dan video itu diambil pada Oktober lalu, ketika Donald Trump masih sibuk berkampanye. (bens – sisidunia.com)