sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sophia Latjuba Sayangkan Aksi Oknum Warga Yang Mengganggu Kampanye Ahok

Sophia Latjuba Sayangkan Aksi Oknum Warga Yang Mengganggu Kampanye Ahok



Jakarta – Juru bicara pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, Sophia Latjuba, meragukan bahwa massa yang menolak kedatangan cagub dan cawagub nomor dua itu adalah warga sekitar yang dikunjungi oleh keduanya.

Sophia Latjuba Sayangkan Aksi Oknum Warga Yang Mengganggu Kampanye Ahok

“Apakah penolakan-penolakan ini benar 100 persen murni dari warga setempat atau bukan?” kata Sophia, saat dihubungi wartawan, Rabu (9/11/2016).

Setahu Sophia, berdasarkan pemberitaan di media, massa yang menolak kehadiran Ahok atau Djarot adalah bukan warga sekitar. Sebab, keduanya malah disambut ramah oleh warga.

“Kalau enggak salah sudah ada pemberitaan di media-media kalau banyak sekali penolakan-penolakan yang bukan murni dari warga setempat. Setelah warga diwawancarai oleh media,” kata Sophia.

Kekasih Ariel Noah ini mengingatkan, tiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur memiliki hak untuk berkampanye. Keselamatan pasangan calon untuk berkampanye dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum.

“Kalau ada penolakan, berarti hak itu sudah dirampas oleh sekelompok orang. Apalagi kalau penolakan itu dengan kekerasan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, warga setempat yang menerima kehadiran Ahok-Djarot tidak berkesempatan untuk mendengarkan kampanye calon kepala daerahnya. Hal itu berarti hak warga juga dirampas oleh sekelompok orang lainnya.
Tercatat, Ahok pernah ditolak oleh sekelompok warga saat berkampanye di Rawa Belong, Jakarta Barat. Kemudian saat berkampanye di Kebon Jahe Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016) kemarin, beberapa warga sempat menyerukan “Tolak Ahok”.

Sedangkan Djarot pernah ditolak sekelompok warga saat berkampanye di Kampung Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara. Kemudian kehadiran Djarot juga ditolak oleh sekelompok warga di Kedoya Utara dan Kembangan Selatan.
Berbeda dengan Ahok yang diamankan oleb anggota kepolisian, Djarot memilih untuk berdialog dengan para pendemo.
(Muspri-sisidunia.com)