sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Gubernur NTT : “Ahok Kristen Tetapi Kalau Dia Korupsi Jangan Dipilih”

Gubernur NTT : “Ahok Kristen Tetapi Kalau Dia Korupsi Jangan Dipilih”



Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya menyampaikan dua pesan kepada komunitas warga NTT yang berada di Jakarta.

Gubernur NTT : "Ahok Kristen Tetapi Kalau Dia Korupsi Jangan Dipilih"

Pesan pertama, Ia meminta warga NTT berperan dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, dan Kebhinekaan, serta kemajemukan.

Kedua, berkaitan dengan konstelasi politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Baca juga : Sophia Latjuba Sayangkan Aksi Oknum Warga Yang Mengganggu Kampanye Ahok

“Saya meminta seluruh warga NTT di Jakarta, untuk berperan, menjaga bangsa ini, menjaga keutuhan bangsa ini, menjaga NKRI, mari kita bersaudara. Itulah NTT,” kata Frans dalam pertemuan di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (9/11) petang.

Selaku ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Frans meminta komunitas diaspora NTT di Jakarta yang memberikan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), bukan didasari pada agama maupun rasnya.

“Jangan pilih Ahok karena dia Kristen, tapi karena dia membangun. Kalau dia Kristen, tetapi dia koruptor, dia tidak bekerja, maka jangan pilih,” pintanya.

Frans menyatakan pertemuan tersebut didasari pada kesadaran mengenai pentingnya menjaga Pancasila.

Apalagi, nilai-nilai luhur Pancasila digali oleh Bung Karno saat dalam masa pembuangannya di Ende, NTT.

Meski berasal dari suku dan agama yang berbeda-beda, karenanya warga NTT di Jakarta harus menjadi cermin bagaimana kebersamaan tetap dikedepankan.

“Saya meminta warga NTT di Jakarta, mari kita jaga bangsa ini, kita jaga Pancasila, dan NKRI, mari kita bersaudara. Orang NTT harus jadi orang NTT 100 persen dan orang Indonesia 100 persen juga,” tegasnya. (bens – sisidunia.com)