sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Donald Trump Terpilih Jadi Presiden AS, Fadli Zon Unggah Foto Selfie Bersama Ucapkan Congratulation !

Donald Trump Terpilih Jadi Presiden AS, Fadli Zon Unggah Foto Selfie Bersama Ucapkan Congratulation !



Jakarta – Donald Trump dipastikan menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) mengalahkan pesaingnya, Hillary Clinton. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pun mengucapkan selamat.

Donald Trump Terpilih Jadi Presiden AS, Fadli Zon Ungga Foto Selfie Bersama Ucapkan Congratulation !

“Congratulation!” tulis Fadli di akun Twitter pribadinya @fadlizon seperti dilihat detikcom, Rabu (9/11/2016). Dia memention langsung akun Twitter Trump @realDonaldTrump.

Di cuitannya itu, Fadli juga mengunggah foto selfienya bersama Trump. Di foto itu Fadli dan Trump yang sama-sama mengenakan setelan jas nampak tersenyum menghadap kamera.

Foto selfie tersebut diambil Fadli saat bersama rombongan DPR yang dipimpin Setya Novanto berkunjung ke Trump Tower, Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat, Kamis (3/9/2015) lalu. Saat itu Trump masih berstatus seorang pengusaha dan menjadi salah satu calon presiden AS.

Fadli saat itu tidak hanya berselfie ria dengan Trump, namun juga meminta tanda tangan di cover majalah TIME dengan wajah Trump serta di buku “Trump 101: The Way to Success”. Foto selfie dan tanda tangan Trump itu juga dia pamerkan di akun Twitter-nya.

Meski mengucapkan selamat, Fadli Zon tercatat pernah mengecam Trump. Fadli saat itu memprotes keras pernyataan Trump yang akan melarang umat Islam masuk ke AS jika terpilih jadi presiden.

“Menurut saya, pernyataan Donald Trump itu pernyataan yang konyol. Itu melanggar HAM,” kata Fadli saat dihubungi, Kamis (10/12) lalu. Dia menyebut AS adalah negara imigran yang menjunjung tinggi keberagaman. Karena itu, kebijakan negara Paman Sam ini sudah seharusnya selalu mengedepankan kemajemukan.

“Pernyataan itu tidak bisa diterima. Warga Muslim di AS banyak dan banyak kontribusinya. AS itu melting pot. Kalau dia lakukan hal yang diskriminatif, itu bertentangan,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
(Muspri-sisidunia.com)