sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Seorang Penjual Beras Di Pasar Kopro Menghindari Agus Ketika Hendak Menyapanya. Apa Alasannya ?

Seorang Penjual Beras Di Pasar Kopro Menghindari Agus Ketika Hendak Menyapanya. Apa Alasannya ?



Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta, Agus Yudhoyono, blusukan ke Pasar Tomang Barat atau yang dikenal dengan Pasar Kopro, Senin (7/11/2016). Kunjungan Agus ke Pasar Kopro diikuti puluhan warga Tanjung Duren Selatan yang mendukungnya.

Seorang Penjual Beras Di Pasar Kopro Menghindari Agus Ketika Hendak Menyapanya. Apa Alasannya ?

Sampai di dalam pasar pun, puluhan pasang mata tertuju pada Agus. Ada yang berebut foto, atau sekadar meneriakkan “Satu!”, nomor pemilihan Agus-Sylvi. Namun, seorang tukang beras bernama Dos Roa memilih menghindar ketika Agus akan mendekat.

Ketika Agus ingin mengajak ngobrol, ia menolak dan bersembunyi di balik punggung-punggung warga.
“Enggak-enggak,” katanya sambil melambaikan tangan tanda penolakan.

Agus pun melanjutkan blusukan-nya ke pedagang-pedagang lain. Ia hanya tersenyum melihat tingkah Dos Roa.

“Kasihan. Kejebak dia,” kata Agus.

Saat ditanya mengenai alasan penolakannya, pedagang beras itu mengisyaratkan dukungannya untuk calon lain. Dos Roa mengaku lebih senang dengan calon bernomor dua.

“Saya begini, kalau begini mau,” ujarnya sambil menunjukkan dua jarinya.

Setelah Agus berkeliling dan menyempatkan membeli jajanan kue tradisional, sudah ada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menunggu di luar gedung pasar.

“Saya ingin mengadu ke Pak Agus,” kata Ketua Komunitas PKL Pasar Kopro, Herman Yahya (52) di Pasar Kopro, Senin (7/11/2016).

Herman langsung menyampaikan unek-unek terkait penggusuran PKL. Dia mengatakan beberapa kali didatangi Satpol PP yang akan melakukan penggusuran, padahal di dekat pasar tersebut ada pula minimarket.

“Kalau kami dianggap melanggar karena berjualan di dekat pasar. Kami siap digusur kalau yang lainnya juga digusur,” kata Herman.

Menurut Herman, kondisi PKL berjualan sudah aman. Tapi, masih ada ancaman penggusuran.

“Kita sudah mendapat izin yang jelas tapi masih ada beberapa yang masih diburu oleh Satpol PP, tidak manusiawi,” kata Herman.
(Muspri-sisidunia.com)