sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Nusron Wahid Tak Terlihat Ketika 54 TKI Tewas Akibat Kapal Tenggelam

Nusron Wahid Tak Terlihat Ketika 54 TKI Tewas Akibat Kapal Tenggelam



Jakarta – Hampir sepekan insiden kapal tenggelam di Perairan Nongsa, Batam Kepulauan Riau berlalu. Dalam kejadian nahas itu, 98 tenaga kerja Indonesia (TKI) jadi korban.

Nusron Wahid Tak Terlihat Ketika 54 TKI Tewas Akibat Kapal Tenggelam

Selama penanganan korban itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid nyaris tidak diketahui keberadaannya. Kondisi ini sangat disesali Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf Macan Effendi. Apalagi 54 dari 98 TKI yang menumpang kapal itu tewas saat kejadian nahas itu.

Menurutnya, Nusron lebih sibuk memikirkan Pilkada DKI yang mendukung calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama, ketimbang mengurusi TKI yang menjadi korban kapal karam. Padahal persoalan TKI ini menjadi salah tupoksi kerjanya.

“Sebagai politisi tentu dituntut tanggung jawab oleh partai politik masing-masing. Tetapi ketika kita memiliki tugas kepada negara, maka itu harus di atas segala-galanya,” ujar Dede kepada wartawan, Senin (7/1).

Oleh karena itu, mantan aktor laga ini berpesan kepada Nusron untuk lebih fokus pada pekerjaanya sebagai Kepala BNP2TKI ketimbang di menyibukkan diri Pilgub DKI Jakarta.

Sebab Nusron itu ketika disumpah sebagai pejabat negara tentu harus mendahulukan tugasnya ketimbang kepentingan kelompok atau lainnya. “Oleh karena itu ini berlaku kepada semua pejabat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, politikus Partai Demokrat tersebut menegaskan akan memanggil Nusron Wahid ketika DPR telah usai melakukan reses. Imbuh Dede, dirinya akan mempertanyakan kinerja BNP2TKI terkait tewasnya para TKI yang tenggelam di Batam.

“TKI ini kan kejadian kemarin sampai 50 lebih korban meninggal kita ingin tahu sudah sejauh mana,” pungkasnya.

Sekadar informasi, pada Rabu (2/11) kapal kayu yang mengangkut para TKI diduga ilegal itu berangkat dari Pelabuhan Johor Bahru, Malaysia menuju Batam, Kepri. Sesampai di Teluk Mergung Tanjung Bemban, Kecamatan Nongsa, Batam, kapal terbalik karena terhempas gelombang. Para akhirnya penumpang berloncatan ke laut. ‎

Sementara, Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono mengatakan, korban tewas kapal TKI yang tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau ada 54 orang. Sebanyak 12 di antaranya yang sudah teridentifikasi sudah.
(Muspri-sisidunia.com)