sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Negara di Afrika Kepincut Gaet Menteri Susi Tangani Illegal Fishing

Negara di Afrika Kepincut Gaet Menteri Susi Tangani Illegal Fishing



Jakarta – Dalam sidang umum Interpol, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara utama mengenai pencurian ikan atau illegal fishing. Ia menyampaikan tantangan-tantangan dan cara penanganan kasus-kasus pencurian ikan di Indonesia.

Negara di Afrika Kepincut Gaet Menteri Susi Tangani Illegal Fishing

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia punya satuan tugas pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (Satgas 115) id hadapan delegasi 165 negara peserta.

Baca juga : Polri Antisipasi Keamanan Sidang Interpol Dari Gangguan Kelompok Teroris

Ia membeberkan prestasi satgas tersebut dalam menindak kapal-kapal asing yang mencoba memasuki wilayah perairan Indonesia dan mencuri ikan.

Ternyata, Satgas 115 yang dipamerkan Susi menarik minat negara lain. Susi mengatakan, sebelum keluar dari ruang sidang, ia diikuti oleh perwakilan kepolisian dari Afrika.

“Beberapa dari mereka mau ‘culik’ saya, dibawa ke negaranya untuk menangani illegal fishing di sana,” ujar Susi dalam konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Center di Bali, Rabu (9/11/2016).

“Saya bilang, izin Pak Presiden. Kalau culik, nanti kau ditangkap,” lanjut dia.

Susi mengakui bahwa tidak mudah memberantas kejahatan pencurian ikan. Indonesia pun pada awalnya kesulitan menghadapi masalah tersebut.

Sejumlah negara tampak antusias dengan kekuatan Satgas 115 dan ingin menerapkannya di negara mereka.

“Terlebih lagi, mereka dengar (untuk) Satgas 115, semua badan bisa bekerja sama di situ, Polisi Air, Polisi Laut, Angkatan Udara, Kejaksaan, Badan Keamanan Laut, dan lainnya,” kata Susi.

“Jadi ini contoh satgas yang diinginkan oleh banyak negara,” lanjut dia.

Susi menambahkan, sumber perikanan sangat penting bagi sejumlah negara.

China, misalnya, melakukan moratorium selama dua tahun untuk membenahi krisis ikan di negara mereka.

Jika sumber laut tidak ada, kata Susi, maka mereka akan mencari tempat terdekat. Salah satunya wilayah perairan Indonesia.

Permasalahan itu, telah ia keluhkan kepada Pemerintah China karena rata-rata pelaku kakap yang melakukan illegal fishing berasal dari sana.

“Indonesia saat ini yang satu-satunya yang berani, tanpa Presiden takut atau ragu karena political will Presiden sangat kuat,” kata Susi.

“Saya eksekusi tanpa peduli. So, mau negara mana yang curi, saya bantai. Kan bukan negaranya yang nyuri,” lanjut dia. (bens – sisidunia.com)