sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Blusukan Ke Daerah Pasar Poncol Jakpus, Sylviana Temukan Parit Penuh Sampah Dan Lumpur

Blusukan Ke Daerah Pasar Poncol Jakpus, Sylviana Temukan Parit Penuh Sampah Dan Lumpur



Jakarta – Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, mendadak berhenti di sebuah jembatan kecil saat “blusukan” ke Pasar Poncol, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Blusukan Ke Daerah Pasar Poncol Jakpus, Sylviana Temukan Parit Penuh Sampah Dan Lumpur

Langkah Sylviana terhenti saat ia melewati parit yang dipenuhi sampah dan lumpur. Parit tersebut memiliki lebar dua meter dengan air yang kehitam-hitaman. Tercium bau menyengat dari parit tersebut. Melihat hal itu, Sylviana tampak resah.

Calon wakil gubernur yang berpasangan dengan cagub Agus Harimurti Yudhoyono ini kemudian mengeluarkan ponsel dan mengambil sejumlah gambar parit.

“Sudah, kalian duluan saja, saya mau fotoin ini (parit) dulu,” ujar Sylviana kepada relawan pendukung yang mengukutinya sejak pagi tadi.

Setelah mengambil gambar, Sylviana menghubungi Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan. Tak lama kemudian, terdengar Sylviana berbicara dengan Teguh melalui telepon.

“Saya melihat ada kali, kali di sini dua, itu sampahnya masya Allah, iya, siapa tuh, enggak, ini di dalam sungainya,” ujar Sylviana.

Sejenak terdengar percakapan yang mempermasalahkan penanggung jawab parit tersebut, apakah Dinas Tata Air atau Dinas Kebersihan DKI.

“Jadi siapa itu, Pak Aji-nya (Kadis Kebersihan DKI)? Bukannya kalau di dalam air, itu lumpur, sampah lengkap,” ujar Sylviana.

Sebelum percakapan usai, Sylviana mengatakan bahwa ia akan mengirimkan gambar parit tersebut kepada Teguh.

“Saya kirim, lokasinya pas di Poncol. Tolong ya Pak Kadis, luar biasa, terima kasih Pak Kadis,” ujar Sylviana.

Ia juga mengatakan, Dinas Tata Air segera mengeruk parit tersebut.

“Iya, Pak Teguh, saya bilang ini sampah, kali, mesti dikeruk. Dia bilang ‘Siap, segera’. Jadi wartawan bisa ngecek lagi nih, Pak Teguh benar enggak turun, Pak Aji benar enggak turun,” ujar Sylviana.
(Muspri-sisidunia.com)