sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahmad Dhani Mengaku Rugi Ratusan Juta Akibat Dilaporkan ke Polisi

Ahmad Dhani Mengaku Rugi Ratusan Juta Akibat Dilaporkan ke Polisi



Jakarta – Musisi Ahmad Dhani mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat dilaporkan telah menghina Presiden Joko Widodo ketika berorasi pada demonstrasi 4 November 2016 lalu.

Ahmad Dhani Mengaku Rugi Ratusan Juta Akibat Dilaporkan ke Polisi

“Konser Dewa 19 dibatalkan di Palembang dan Jakarta. Karena takut ada masalah dengan Projo enggak dapat izin dari kepolisian,” kata Dhani saat menggelar jumpa pers di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Sebagai informasi, Dhani dilaporkan oleh Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin (7/11/2016) dini hari

“Rugi ratusan juta. Karena ini konser Dhani,” jawab Dhani ketika ditanyai berapa kerugian material yang dialaminya.

Dhani mengatakan, konser yang di Palembang sedianya akan dilaksanakan pada 9 November 2016 dan di Jakarta pada 11 November 2016.

“Itu November. Kami enggak tahu show Dewa 19 yang Desember,” ucapnya.

Karena itu, Dhani bersama kuasa hukumnya berencana melampirkan kerugian materil dalam laporan baliknya kepada pihak yang mengadukannya ke kepolisian pada Selasa (8/11/2016).

“Dalam tuntutan itu ada kerugian material. Pasti kami lampirkan juga kerugian material kepada Projo,” ucap Dhani.

Sementara itu, Ramdan mengatakan bahwa rekaman video yang dijadikan bukti oleh LRJ dan Projo merupakan alat bukti palsu.

Menurut dia, rekaman video tersebut sudah diedit, dan sebagian orasi Dhani pada demo 4 November di depan Istana Negara telah dihilangkan.

Ramdan menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan pemilik sebuah akun Facebook yang disebutnya menyebarkan video orasi Dhani.

Pengguna akun itu telah menyebarkan pernyataan bernada provokasi dan fitnah. “Bilang fitnah,” kata Dhani.

“Kapolda dan Pangdam Jaya jadi saksi karena ada di situ. Sang pelapor mungkin enggak ada di situ. Bukan berniat berfitnah, melainkan pengetahuan tentang hukum kurang, tidak teliti alat bukti,” ujar Dhani lagi.
(Muspri-sisidunia.com)