sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ruhut Ingatkan Aktor Politik Tak Bisa Lagi Tiru Cara Pelengseran Gus Dur

Ruhut Ingatkan Aktor Politik Tak Bisa Lagi Tiru Cara Pelengseran Gus Dur



Jakarta – Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok- Djarot, Ruhut Sitompul, mengatakan, demonstrasi yang meminta penegakan hukum atas dugaan penistaan agama oleh Ahok sebenarnya berlangsung dengan damai. Bahkan, dia juga mengapresiasi upaya ulama dan pemuka agama yang berhasil membuat suasana kondusif aksi di depan Istana Negara.

Ruhut Ingatkan Aktor Politik Tak Bisa Lagi Tiru Cara Pelengseran Gus Dur

Itu sebabnya, dia setuju dengan pernyataan Presiden Joko Widodo atas adanya aktor politik di balik demonstrasi 4 November 2016. Walaupun tidak mengungkapkan siapa aktor tersebut, namun dia menilai masyarakat sudah dapat menyimpulkannya.

“Mengenai apa yang dilakukan Pak Presiden saya mendukung Jokowi. Kelihatan di lapangan (adanya aktor politik), kalau ditarik benang merahnya ke atas. Demo kemarin para ulama bisa menertibkan jemaahnya. Ini Islam di Indonesia yang sangat sejuk. Kita salut tokoh agama kita,” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/11).

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, adanya penunggangan aksi 4 November tersebut seolah ingin mengulang sejarah. Di mana Presiden Abdurrahman Wahid mundur saat mendapatkan tekanan dari masyarakat pada tahun 2001.

“Saya katakan pemerintah baik, ulama diizinkan (demo). Aktor penunggang ini, jangan memimpikan bisa terjadi peristiwa Gus Dur. Sekarang enggak bisa lagi ini reformasi. Kita dukung polisi,” tutupnya.

Pernyataan Ruhut tersebut senada dengan Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti. Ray menilai tujuan aktor yang dimaksud Jokowi bukan dalam konteks praktik kriminal melainkan menyasar ke ranah politik. Sehingga, Ray mengatakan Jokowi tidak perlu menempuh jalur hukum tetapi memukul balik dengan strategi politik.

“Aktor politik yang disebutkan Jokowi. Tapi pemahaman saya bukan dalam kerangka aktor dalam konteks kriminal, tapi aktor dalam konteks politik. Oleh karena itu, bagi saya memang tidak perlu ada reaksi dalam kerangka hukum yang dilakukan Jokowi,” kata Ray di Kedai Kopi Deli, Menteng, Jakarta, Senin (7/11).
(Muspri-sisidunia.com)