sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengakuan Mengejutkan Dari Kader HMI Yang Lakukan Tindakan Anarkis Saat Demo 4/11

Pengakuan Mengejutkan Dari Kader HMI Yang Lakukan Tindakan Anarkis Saat Demo 4/11



Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pihaknya menangkap lima kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diduga terlibat kerusuhan pada demo 4 November lalu di lima lokasi berbeda. Penangkapan itu dilakukan pada Senin, 7 November malam kemarin.

Pengakuan Mengejutkan Dari Kader HMI Yang Lakukan Tindakan Anarkis Saat Demo 4/11

Awi merinci, kelima pelaku melawan petugas saat unjuk rasa kasus dugaan penistaan agama itu terjadi. Pertama adalah II atau Ismail Ibrahim. Mahasiswa salah satu universitas di Jakarta itu beralamat di Sekretariat HMI, Jalan Sultan Agung, Manggarai, Jakarta Selatan.

“Dia ditangkap di sebuah rumah anggota DPD RI di Pejaten Barat,” jelas Awi.

“Yang kedua AH atau Ami Jaya Halim asal Ujung Pandang. Dia ditangkap di kantor HMI,” lanjut dia.

Ketiga RR atau Ramadhan Reubun asal Maluku Tenggara. RR beralamat di kawasan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur dan merupakan anggota HMI Jakarta Utara.

“Kita tangkap di tempat biliar di Jakarta Pusat,” ujar Awi.

Keempat adalah MRB atau Muhammad Rijal Berkat (26) yang tinggal di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Dia ditangkap di daerah Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

“Kelima RM atau Rahmat Muni alias Mato. Asal dari Pulau Guru dan ditangkap di Jalan Anyer No 8, Jakarta Pusat,” ujar Awi.

Polda Metro Jaya terus mendalami hasil pemeriksaan terhadap lima kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menjadi tersangka kerusuhan dalam demo 4 November 2016. Penyidik terus menggali sejumlah barang bukti untuk memperkuat jerat hukum bagi kelima pelaku.

“Masih kita dalami. Tapi nanti kita menggunakan inventaris kita. Foto-foto dan video. Mereka melakukan penyerangan dengan bambu, batu terhadap petugas di lapangan,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016).

Selain bukti tersebut, polisi sedang menyelidiki sejumlah benda yang diduga dipergunakan lima anggota HMI itu sebagai alat tindak kekerasan di lapangan.

“Terkait penemuan panah-panah, bola kelereng, mata peluru ketapel, ujung pagar, batu-batu kita dalami. Kita juga bergantung dari barang bukti video yang kita miliki,” Awi menjelaskan.

Penyidik pun menelusuri alat bukti dari keterangan kelima pelaku. Termasuk kebenaran adanya arahan dari orator untuk melakukan tindak kekerasan saat kerusuhan terjadi.

“Proses masih berlanjut. Nanti kita cari benang merahnya. Yang bersangkutan mengaku terprovokasi oleh perintah mobil komando. Dilakukan oleh siapa nanti kita rekonstruksikan,” pungkas Awi.
(Muspri-sisidunia.com)