sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dukungan PDIP Untuk Ahok Tak Terpengaruh Dugaan Penistaan Agama

Dukungan PDIP Untuk Ahok Tak Terpengaruh Dugaan Penistaan Agama



Jakarta – Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menegaskan proses hukum atas calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok tidak boleh diintervensi oleh kekuasaan dan tekanan massa. Menurut Masinton, proses hukum terkait dugaan penistaan agama tersebut harus berjalan secara obyektif dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Dukungan PDIP Untuk Ahok Tak Terpengaruh Dugaan Penistaan Agama

“Penegakan hukum tidak boleh diintervensi oleh kekuasaan dan tekanan massa. Ada mekanisme dalam proses hukum, mulai dari penyelidikan, penyidikan dan penuntutan. Semua ada mekanismenya, tidak boleh proses hukum Pak Ahok diintervensi baik oleh kekuasaan maupun tekanan massa,” Masinton dalam acara diskusi Polemik Radio Sindotrijaya Network bertajuk “Kebangsaan dan Politik” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (05/11) kemarin.

Selain Masinton, hadir Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, Wakil Sekjen DPP Demokrat Nachland Nashidik, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkyansyah dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.

Masinton juga memastikan Presiden Joko Widodo tidak pernah melindungi siapapun termasuk Ahok dalam proses hukum. Semua warga negara, kata dia sama kedudukan di hadapan hukum.

“Karena itu, kita hargai proses hukum, jangan sampai memaksakan kehendak dengan memanfaat massa untuk intervensi hukum,” tandas dia.

Masinton juga memastikan bahwa PDIP tidak akan mundur untuk mendukung Ahok di Pilgub DKI Jakarta, hanya karena dugaan penistaan agama Islam. PDIP, kata dia sudah komitmen mendukung Ahok-Djarot untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarat.

“Kita tidak akan mundur untuk mendukung Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta lagi,” pungkas dia.
(Muspri-sisidunia.com)