sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Aksi Damai 4 November Berubah Mencekam. Apa Penyebabnya ?

Aksi Damai 4 November Berubah Mencekam. Apa Penyebabnya ?



Jakarta – Para pendemo Ahok awalnya melakukan aksi damai, mulai dari melakukan sholat Jumat berjamaah hingga ikut membersihkan sampah-sampah yang berceceran di pinggir jalan. Tak hanya itu, mereka juga sempat berbincang dengan aparat polisi sambil bercanda dan foto selfie bersama-sama.

Aksi Damai 4 November Berubah Mencekam. Apa Penyebabnya ?

Namun mendekati malam tiba-tiba para pendemo Ahok mulai memberontak dan membuat keributan. Para pendemo juga melempari aparat polisi dengan batu bata dan botol air mineral. Lalu apa penyebabnya hingga berakhir dengan bentrokan ?

Dilansir poldametrojaya.info, Jumat (4/11), tanda-tanda kerusuhan mulai terjadi usai Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima perwakilan pendemo. Namun, sebagian pendemo tetap meminta agar Presiden Joko Widodo yang datang menemui massa.

“Presiden Jokowi tetap belum mau menerima kita. Yang kedua bapak wapres menawarkan dan menjamin agar kita semua memberikan waktu kepada Kapolri selama dua minggu,” kata perwakilan massa melalui pengeras suara.

Rupanya sebagian massa tidak puas. Massa kemudian meneriakkan perang, jihad, revolusi sembari mengarah ke Jl Medan Merdeka Barat. Melihat itu, kelompok massa dari FPI langsung membentengi antara massa dengan aparat. Meski demikian, hal itu tidak membuat massa berhenti, pelemparan botol air mineral dan batu bata dari massa beratribut ke arah FPI. Massa FPI meminta tenang, tapi masih ada pelemparan botol air mineral.

“Hoi tenang kita bersaudara,” pekik sejumlah anggota FPI yang lain.

Sampai pukul 19.10 WIB, barikade FPI tetap berbaris di depan pagar Brimob mereka menyesalkan adanya aksi kisruh. Bentrok baru mereda sekitar pukul 21.30 WIB. Massa mulai bergerak mundur, sebagian berjalan ke arah Gedung DPR RI. Suasana berlangsung mencekam, tiga mobil polisi hangus dibakar massa. Massa juga membakar sejumlah benda di sepanjang jalan.

Polisi terus menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa, lalu dibalas dengan lemparan batu. Akibatnya, suasana di sekitar istana penuh dengan kepulan asap.
(Muspri-sisidunia.com)