sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Diduga Cuaca Buruk, Kapal Pengangkut TKI Tenggelam

Diduga Cuaca Buruk, Kapal Pengangkut TKI Tenggelam



Batam – Tenggelamnya kapal pengangkut TKI dari Malaysia di perairan Batam, Kepulauan Riau, terjadi pagi tadi. Diduga akibat cuaca buruk di sekitar perairan tersebut, kapal yang mengangkut 101 penumpang itu karam.

Diduga Cuaca Buruk, Kapal Pengangkut TKI Tenggelam

“Tadi pagi hujan deras disertai angin kencang sekira pukul 04.00 Wib. Mungkin itu yang menyebabkan kapal tenggelam. Angginnya memang kencang tadi pagi,” kata warga Teluk Mata Ikan, Riza, Rabu (2/11/2016).

Baca juga : Langgar Teritorial, Kapal Indonesia Ditenggelamkan oleh Papua Nugini

Ia mengatakan, akhir-akhir ini cuaca di perairan Batam memang tidak bersahabat. Sering terjadi angin kencang dan hujan lebat malam hari. “Muatan yang lebih juga bisa jadi faktor karam kapal,” ujarnya.

Kapal tersebut mengangkut ratusan TKI melalui jalur ilegal atau gelap karena tidak memiliki paspor untuk kembali ke Indonesia. Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjungmalau Johor, Malaysia, pukul 03.00 dini hari tadi.

“Kami berangkat tadi pukul 03.00, dan kami semua tidak memiliki paspor, sebab berangkat dulu memang lewat belakang (TKI ilegal). Namun ditengah perjalanan kapal kami karam akibat cuaca buruk,” ujar Zuraida TKI ilegal yang selamat.

Sejumlah korban yang ditemukan selamat dibawa ke Tanjung Memban Batubesar , Nongsa, Batam.

Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan pencarian para korban, dibantu Pol Air, Dinsos, Satpol PP, Tim SAR dan masyarakat sekitar. “Sejauh ini sudah ditemukan 39 korban yang selamat. Dan sudah di evakuasi di posko Tanjung Bemban,” kata Sam.

Direktur Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Eko Puji Nugroho menyatakan, hingga kini Tim SAR gabungan masih dalam proses pencarian para korban. “Puluhan korban masih dalam proses penyelamatan dan sebagian telah dievakuasi dibantu masyarakat sekitar,” jelasnya. (bens – sisidunia.com)