sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Provinsi Jabar Jadi Primadona Realisasi PMA Tertinggi Nasional

Provinsi Jabar Jadi Primadona Realisasi PMA Tertinggi Nasional



Bogor – Provinsi Jawa Barat masih menjadi primadona bagi para pengusaha untuk berinvestasi. Investasi sektor swasta berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Di tahun 2015 saja pertumbuhan ekonomi Jawa Barat naik menjadi 5,03%, ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional di tahun yang sama sebesar 4,79%.

Provinsi Jabar Jadi Primadona Realisasi PMA Tertinggi Nasional

Wagub Deddy Mizwar mengungkapkan, realisasi investasi tahun 2015 di 27 Kota dan Kabupaten di Jabar jumlahnya mencapai Rp. 121,51 Triliun, meningkat Rp. 12,62 Triliun dari tahun sebelumnya. Investasi ini terdiri dari proyek PMA sebesar Rp. 71,73 Triliun, PMDN Wajib LKPM Rp. 26,27 Triliun dan proyek PMDN Non LKPM sebesar Rp. 23,51 Triliun.

“Ini menjadikan Jawa Barat sebagai Provinsi dengan realisasi PMA tertinggi nasional, sedangkan realisasi PMDN kita berada di urutan kedua setelah Jawa Timur,” kata Wagub.

Secara keseluruhan, tenaga kerja yang terserap sebanyak 349.377 orang, terdiri dari proyek PMA dan PMDN Wajib LKPM sebanyak 286.182 orang dan proyek PMDN Non LKPM sebanyak 63.195 orang. Jumlah proyek seluruhnya sebanyak 37.213 proyek, terdiri dari 6.165 proyek PMA dan PMDN Wajib LKPM dan 31.048 proyek NonLKPM.

Kabupaten Bogor sendiri kata Wagub, menempati urutan keempat di Jawa Barat, dengan nilai investasi sebesar Rp. 9,78 triliun atau 8,05%. Dalam penyerapan tenaga kerja sebanyak 24.986 orang atau 7,15%, serta jumlah proyek sebanyak 2.297 atau 6,17%.

Pemprov Jabar memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memberikan layanan investasi. Pada tahun 2015, dari luas keseluruhan kawasan industri di Jawa Barat yang mencapai 4658 Hektar, yang sudah terpakai baru 3560 Hektar, sehingga masih terdapat 1098 Hektar lahan yang siap dimanfaatkan oleh para calon investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.

“Kami juga terus berupaya membangun sarana prasarana pendukung seperti jalan tol maupun non tol, pelabuhan laut dan pelabuhan udara, pembangkit tenaga listrik, sumber daya air bawah tanah dan air permukaan, stabilitas keamanan serta penyiapan tenaga kerja,” tutur Wagub.
(Muspri-sisidunia.com)