sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengamat Meragukan Demo 4 November Tak Ada Kaitannya Dengan Pilgub

Pengamat Meragukan Demo 4 November Tak Ada Kaitannya Dengan Pilgub



Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah organisasi keagamaan berencana menggelar demo besar Jumat 4 November nanti. Mereka menuntut polisi mengusut kasus dugaan penistaan agama, yang mereka tuding dilakukan oleh Gubernur DKI nonaktif Ahok.

Pengamat Meragukan Demo 4 November Tak Ada Kaitannya Dengan Pilgub

Namun, pengamat politik dari Indonesia Public Institute Karyono Wibowo, meragukan aksi tersebut murni untuk menegakkan hukum.

“Menurut saya, agak sulit untuk mengatakan dan mempercayai gerakan aksi itu murni hukum. Saya meyakini masih ada korelasi dengan Pilkada DKI. Karena munculnya isu itu di tengah proses pilkada. Bagaimana bisa bilang tidak ada hubungannya,” ucap Karyono kepada wartawan, Selasa (1/11/2016), di Jakarta.

Karyono mengungkapkan, dalam kontestasi pilkada, selalu banyak taktik dan strategi yang digunakan untuk menurunkan elektabiltas kompetitor. Salah satunya dengan menggunakan manajemen isu.

“Dalam konteks strategi, kompetitor atau pesaing harus mencari dan men-down grade suara. Salah satunya merusak kredibilitas bisa menurunkan suara lawannya, di mana dalam hal ini adalah suara Ahok (Basuki Tjaha Purnama),” papar Karyono.

Karena itu, ujar dia, sulit untuk menepis bahwa demo 4 November nanti tidak ada hubungannya dengan pilkada. Sebab, berbagai isu sudah muncul untuk menurunkan Ahok.

“Berbagai isu mulai dari Sumber Waras, reklamasi, dan penggusuran, sudah dilakukan untuk men-down grade Ahok. Menurunkan kredibilitas Ahok. Tetapi isu ini tidak berpengaruh. Karenanya, isu SARA jadi strategi pamungkas kompetitor yang diyakini menurunkan kredibilitas,” ungkap Karyono.

“Saya merasa yakin, ada korelasinya dengan Pilkada DKI. Lihat saja, isu SARA kerap muncul dalam kontestasi elektoral. Masih ingat dalam benak kita soal Pilpres 2014, di mana isu SARA muncul dan secara sistematis dilakukan untuk mempengaruhi masyarakat. Dan hari ini muncul lagi,” lanjut dia.
(Muspri-sisidunia.com)