sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Lima Siswa Curi Buku Perpustakaan Untuk Tambahan Uang Jajan

Lima Siswa Curi Buku Perpustakaan Untuk Tambahan Uang Jajan



Palangka Raya – Polres Palangka Raya berhasil menggiring lima siswa, pada Selasa (1/11/2016). Mereka di antaranya, dua murid sekolah dasar (SD), dua siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan satu pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Lima Siswa Curi Buku Perpustakaan Untuk Tambahan Uang Jajan

Kelimanya dibawa ke kantor polisi lantaran tertangkap mencuri puluhan buku sekolah di ruang perpustakaan SDN 2 Menteng, Jalan Galaxi Raya, Palangkaraya.

Baca juga : Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Mati Polisi

“Kita datang ke lokasi, sudah ada empat yang diamankan pihak sekolah. Kemudian menyusul satu anak SMA,” ujar seorang anggota Polres Palangka Raya yang enggan disebut namanya usai mengamankan lima siswa tersebut.

Para pelaku berinisial SW dan JM merupaakan siswa SD. Sementara B dan J, siswa SMP dan DC merupakan Pelajar SMA. Selanjutnya, para orangtua kelima siswa itu pun lansgung dipanggil ke Mapolres. Termasuk Kepala Sekolah SND 2 Menteng, Hirdayati.

Namun, kasus ini diselesaikan secara mediasi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Palangka Raya. Saat di ruaang mediasai, salah satu ibu siswa berinisial Uj mengungkapkan bahwa anaknya tidak terlibat langsung dalam aksi pencurian itu.

Sebaliknya, otak pencurian buku adalah pelajar SMA. “Anak saya hanya di luar pagar sekolah. Yang di dalam anak SMP dan SMA. Saya tanya katanya hanya memantau kalau ada orang,” kata Uj.

Sementara itu, Kepala Sekolah SND 2 Menteng, Hirdayati mengatakan, para pelaku mengambil buku setelah berhasil merusak bagian jendela dan pintu. Total kerugian mencapai Rp14 juta.

Diketahui, para pelaku mencuri buku-buku pelajaran tersebut untuk dijual kiloan. Hasilnya akan digunakan untuk uang jajan. Namun, orang tua siswa dan sekolah sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara damai. (bens – sisidunia.com)