sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Chengdu J-20 Adalah Jet Tempur Siluman Generasi Kelima

Chengdu J-20 Adalah Jet Tempur Siluman Generasi Kelima



Zhuahi – Jet tempur siluman Chengdu J-20 yang dipamerkan China kepada publik untuk pertama kalinya dalam pameran dirgantara di Zhuhai, China. Pameran tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Beijing untuk menunjukkan perkembangan kapabilitas pertahanan dan ambisinya di bidang penerbangan sipil.

Chengdu J-20 Adalah Jet Tempur Siluman Generasi Kelima

Dua unit J-20 memukau para pejabat, ratusan penonton dan eksekutif industri dirgantara yang berkumpul dalam upacara pembukaan pameran. Jet tempur generasi kelima China itu mengeluarkan suara keras memekakkan telinga yang disambut dengan kekaguman dan tepuk tangan serta memicu alarm mobil-mobil yang berada di lapangan parkir.

Baca juga : Jet Tempur Turki Luncurkan Serangan Udara di Markas Pemberontak Kurdi

Setelah melintas dengan ketinggian rendah, salah satu pesawat itu dengan cepat menghilang di cakrawala. Satu pesawat lainnya berputar beberapa kali menunjukkan sayap deltanya di atas langit Zhuhai.

Beberapa ahli mengatakan, China telah memperbaiki desain J-20 yang pertama kali terlihat pada 2010 untuk mengejar perbedaan teknologi militer mereka dengan milik Amerika Serikat (AS). Ini adalah kedua kalinya China mempertunjukkan pesawat siluman mereka dalam acara dua tahunan itu setelah kemunculan perdana J-31 pada 2014.

Namun, pertunjukan perdana kali ini dinilai hanya memberikan sedikit informasi mengenai kemampuan J-20. Dalam kesempatan yang singkat itu, pilot J-20 tidak membuka palka senjatanya atau terbang dengan kecepatan rendah sehingga tidak banyak informasi yang bisa didapat.

“Saya pikir sangat sedikit yang kita ketahui. Kita mengetahui J-20 sangat berisik. Tapi kita tidak dapat mengetahui jenis mesin yang digunakan atau mengenai mobilitasnya. Yang terpenting kita tidak mengetahui apa-apa mengenai kemampuannya untuk tidak terdeteksi radar,” kata Direktur Pelaksana daerah Asia FlightGlobal, Greg Waldron sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (2/11/2016).

Tak hanya itu, China juga memamerkan teknologi radar terbarunya sekaligus sistem persenjataan mutakhirnya termasuk drone, pesawat pengangkut strategis Xian Y-20, dan pesawat amfibi terbesar yang sedang dalam produksi AG600. (bens – sisidunia.com)