sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ayah Tiri Tega Setubuhi Anak Hingga Hamil

Ayah Tiri Tega Setubuhi Anak Hingga Hamil



Sanggau – Seorang ayah tiri berinisial AM ,di Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat terpaksa harus merasakan dinginnya jeruji besi. Ia dipolisikan karena tega menyetubuhi anak tirinya.

Ayah Tiri Tega Setubuhi Anak Hingga Hamil

Namun hal itu tak sebanding dengan penderitaan dan beban malu yang dirasakan korban, sebut saja Bunga. Bahkan, gadis yang masih duduk dibangku kelas VII SMP itu hamil.

Baca juga : Seorang Disabilitas Menjadi Korban Pencabulan

Tak hanya sekali, AM menyetubuhi Bunga sejak Januari 2016. Meski telah berulang kali terjadi, pihak keluarga Bunga baru melaporkan AM ke Polsek Toba, pada Senin 31 Oktober 2016.

Kapolsek Toba, Iptu Sukirman menungkapkan, kelakuan bejat AM terbongkar ketika, Minggu 30 Oktober sekira pukul 14.00 WIB, Bunga bersama kakaknya mengunjungi rumah abangnya di Kota Pontianak.

“Sang kakak menduga, korban sedang mengandung. Lalu ia menyampaikan kecurigaan terkait perubahan fisik Bunga kepada abangnya,” kata Sukirman, Selasa (1/11/2016).

Guna memastikan kebenaran dugaan tersebut, abang korban pun langsung menanyakan kepada Bunga. Dari situlah terbongkar. Korban mengaku dirinya sedang mengandung akibat berulang kali disetubuhi bapak tiri mereka.

“Korban mengaku perlakuan tersebut bahkan telah berulang kali diterimanya sejak Januari 2016 lalu,” terangnya.

Dikatakan Sukirman, perbuatan berjat tersebut dilakukan tersangka AM di rumahnya di Dusun Bungkang, Desa Lumut, Kecamatan Toba. “Si korban ini merasa takut, sehingga tidak menceritakan kepada siapa-siapa atas hal yang dialaminya. Setelah korban bicara dengan abangnya, barulah kejadian ini dilaporkan ke polisi,” jelasnya.

Polisi menjerat tersangka AM dengan pasal 82 ayat (1), (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (bens – sisidunia.com)