sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Program BLT Kembali Ditawarkan Saat Kampanye, Hidupkan Kembali Program SBY?

Program BLT Kembali Ditawarkan Saat Kampanye, Hidupkan Kembali Program SBY?



Jakarta – Agus Harimurti Yudhoyono siap memberikan bantuan langsung bagi warga kurang mampu jika terpilih sebagai gubernur DKI. Apakah cara ini merupakan langkah untuk menghidupkan kembali program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sukses di era kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono?

Program BLT Kembali Ditawarkan Saat Kampanye, Hidupkan Kembali Program SBY?

“BLT diberikan secara temporer kepada masyarakat yang benar-benar mengalami kesulitan dalam hidupnya. Untuk yang benar-benar makan saja sulit, untuk menyambung hidup sehari-harinya saja sulit. Itu yang perlu kita bantu,” ungkap Agus usai berdialog dengan warga Cakung Barat di Lapangan Albo, Jakarta Timur, Senin (31/10/2016) petang.

Bantuan langsung memang menjadi salah satu program unggulan Cagub DKI nomor urut satu tersebut. Pada masa kepemimpinan Presiden SBY yang merupakan ayah dari Agus itu, Bantuan Langsung Tunai (BLT) sangat ditunggu-tunggu warga kurang mampu.

“Sebagai bentuk kesetiakawanan sosial. Karena pada akhirnya kita ingin semakin meningkatkan taraf hidup masyarakat. Itu bukan bersifat permanen. Secara bersamaan kita terus ingin mendorong masyarakat untuk bisa berpijak kembali di kakinya sendiri, keluar dari kemiskinannya,” tutur dia.

Selain BLT untuk masyarakat miskin, Agus juga memiliki program bantuan langsung untuk balita dan lansia. BLT tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat guna menambah pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semata-mata itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang berada di bawah dan itu sekaligus untuk meyakinkan bergeraknya daya beli masyarakat. Karena itu penting. Domestic consumption itu merupakan salah satu sumber dari pertumbuhan ekonomi,” sebut Agus.

“Kita tahu pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir ini menurun di Jakarta. Sehingga ini perlu kita lakukan sesuatu. Di antaranya yang dominan adalah menggiatkan daya beli masyarakat ini,” sambung mantan prajurit TNI tersebut.

Saat dikonfirmasi apakah Agus ingin meneruskan program Sang Ayah, dia tak menjawab dengan lugas. Suami dari Annisa Pohan itu hanya memastikan program ini sebagai salah satu usaha untuk memperbaiki perekonomian yang lemah.

“Tidak hanya di zaman Pak SBY, ini berlaku di berbagai negara. Kalau kita membaca ekonomi negara lain, ada namanya cash transfer dan lain sebagainya. Ini menjadi dorongan untuk semakin meningkatkan pertumbuhan daya beli masyarakat,” jawab Agus.
(Muspri-sisidunia.com)