sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Peringatan Jokowi Tentang Aturan Bicara Di Medsos Serta UU ITE

Peringatan Jokowi Tentang Aturan Bicara Di Medsos Serta UU ITE



Jakarta – Presiden Joko Widodo menyoroti media sosial yang kerap digunakan untuk menyebarluaskan ajakan beraksi, namun kadang disertai dengan provokasi. Menurut Jokowi, bicara di media sosial itu ada aturannya.

Peringatan Jokowi Tentang Aturan Bicara Di Medsos Serta UU ITE

“Berbicara di media sosial juga demokrasi, tapi ada batas-batasnya, ada etikanya, ada sopan santunnya di situ,” ucap Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (30/12/2016).

Jokowi mengingatkan ada Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur setiap kicauan di media sosial. “Hati-hati. Juga ada undang-undangnya yang mengatur itu. Hati-hati!” ujar Jokowi.

Soal aksi besar yang akan digelar 4 November nanti, Jokowi sudah mempersilakan karena itu hak berdemokrasi. Namun dengan tetap tertib dan tidak merusak atau memprovokasi. Jokowi juga sudah memerintahkan aparat untuk bersiaga.

“Ya tadi saya sampaikan, Demonstrasi adalah hak berdemokrasi,” kata Jokowi.

Terkait tentang aturan berbicara di media sosial, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono juga memperingatkan untuk tidak menyebarkan berita-berita palsu alias hoax di media sosial. Khususnya berita seputar Pilkada 2017 dimana saling memprovokasi satu sama lain.

“Kalau ada pidananya ya tentu akan kita tindak, kan ada UU ITE yang mengatur,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/10/2016).

Awi mengakui, selama pentahapan Pilkada DKI ini sudah banyak berita hoax yang bermunculan di media sosial. Ia memastikan, pihaknya akan mencari pelaku yang menyebarkan berita bohong tersebut.

“Ya tentunya akan kita cari pelakunya. Tidak semudah itu (menangkap), namanya membuat akun anonymous tinggal duduk-duduk saja, tidak jelas orangnya siapa kan perlu diselidiki,” jelas Awi.

Polda Metro Jaya sendiri mengerahkan tim cyber patrol untuk menyelidiki akun-akun medsos yang menyebarkan informasi atau pun berita-berita hoax yang sifatnya memprovokasi warga.

“Kita sudah berupaya dari tim cyber kami dan Mabes Polri mengungkap siapa-siapa penyebar isu provokasi tersebut. Nanti tim akan bergerak dan masyarakat akan sadar itu melanggar hukum,” lanjutnya.
(Muspri-sisidunia.com)