sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Penjelasan Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Tiga Ormas Besar Islam Indonesia

Penjelasan Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Tiga Ormas Besar Islam Indonesia



Jakarta – Pertemuan antara Presiden Joko Widodo, MUI, Muhammadiyah dan NU telah selesai. Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan mengintervensi penanganan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Penjelasan Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Tiga Ormas Besar Islam Indonesia

“Kita menghadapi isu-isu yang menyangkut peristiwa pernyataan Gubernur DKI di Pulau Seribu yang berkembang tidak menentu yang kemudian dikaitkan berbagai masalah yang tidak proporsional lagi dan di luar konteks,” kata Ketum MUI, Maruf Amin di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakpus, Selasa (1/11/2016).

Menurut Maruf, Presiden menganggap perkembangan kasus ini sudah sangat mengganggu karena menimbulkan kegaduhan. Oleh karena itu, disepakati kasus Ahok akan diselesaikan sesuai koridor hukum.

“Masalah ini begitu mengganggu, kita sepakat supaya ini diproses secara terhormat,” jelas Maruf.

Presiden juga berkomitmen tidak akan mengintervensi penanganan kasus Ahok. “Presiden mengatakan bahwa pemerintah mendukung tetap diproses dan tidak akan ada intervensi,” tegas Maruf.

Penjelasan Presiden Jokowi tersebut juga dijabarkan oleh ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar. Intinya Presiden Jokowi tetap menegaskan untuk tidak mengintervensi proses hukum terhadap Ahok.

“Sebagai Presiden saya tidak akan melakukan intervensi apapun terhadap proses hukum, kalau tidak berjalan dengan baik baru saya turun tangan. Saya tidak melindungi Ahok, saya bertemu dengan Ahok dalam kaitan Sebagai Presiden dan gubernur saja,” ucap ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar mengutip ucapan Presiden usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11/2016). Dahnil mewakili Muhammadiyah.

Dahnil mengatakan suasana pertemuan siang tadi layaknya pertemuan resmi, Presiden menyampaikan soal tujuannnya mengundang para tokoh agama. Kemudian, beberapa tokoh menyampaikan pandangannya.

“Singkatnya, semua tokoh agama menyampaikan bahwa proses hukum harus dilakukan dengan adil dan berkeadilan. Bahkan Pak Haedar (Ketua Umum Muhammadiyah) menyampaikan, sengketa publik bisa memperoleh titik moderat bila jalur hukum dilakukan dengan adil, dan kami fokus pada bagian itu,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)