Home » News » Tokoh Muda Golkar Ajak Melihat Realitas Umat Yang Marah Pada Ahok

Tokoh Muda Golkar Ajak Melihat Realitas Umat Yang Marah Pada Ahok



Jakarta – Tokoh Muda Golkar, Mirwan BZ Vauly menilai, belum terlambat bagi Partai Golkar menarik dukungan dari calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, ia melihat pernyataan Ahok terkait dibohongi al-Maidah ayat 51 tersebut terlanjur membuat luka bagi umat Islam.

Tokoh Muda Golkar Ajak Melihat Realitas Umat Yang Marah Pada Ahok

Menurutnya, gambaran perasaan terluka masyarakat Muslim Indonesia tidak bisa lagi dibendung. Kondisi ini adalah realitas politik, nyata, dan gamblang, tidak bisa dinafikan partai politik, apalagi sekaliber Golkar.

“Bagaimana mungkin tidak bisa kita lihat kenyataan besar ini di hadapan kita, sehebat-hebatnya kita menutup mata, kenyataan politik ini terlihat dengan jelas di masyarakat kita. Bahwa masyarakat Muslim Indonesia terluka,” ujarnya kepada wartawan, Senin (31/10).

Kondisi ini, menurutnya, tentu tidak baik bagi Golkar. Jika Presiden Jokowi menanggapi permintaan masyarakat Muslim tanggal 4 November nanti, Tentu Golkar tidak mau dianggap sebagai partai yang semakin kehilangan sense dan kecerdasan sosial politiknya memahami perasaan rakyat.

“Karena itu, sebelum terlambat, Golkar perlu segera menyatakan sikap politiknya,” kata dia.

Tak hanya Mirwan yang meminta para pendukung Golkar untuk menarik dukungannya pada Ahok, tokoh muda Golkar Ahmad Doli Kurnia pun juga meminta Partai Golkar menarik dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta.

Menurut Doli, figur Ahok yang kontroversial sudah tak relevan dengan doktrin karya kekaryaan serta Ikrar Panca Bhakti Golkar. “Saya menggugah hati nurani pimpinan dan seluruh keluarga besar Partai Golkar agar segera mengambil sikap cabut dukungan terhadap Ahok,” kata Doli.

Doli mengkhawatirkan, gelombang penolakan Ahok di masyarakat akan berdampak negatif terhadap Partai Golkar. Doli menyinggung soal sikap arogan Ahok yang semakin hari dinilai arogan serta menunjukkan sikap yang jauh dari upaya membangun masyarakat Indonesia yang beradab, toleran dan cinta damai.

Salah satunya, saat Ahok dinilai sejumlah kalangan telah melecehkan kitab suci Al Quran, yang dinilai bisa menyinggung umat muslim.

“Ahok yang didukung oleh Partai Golkar sudah tidak sesuai lagi dengan jiwa, semangat dan nilai-nilai yang selama ini dikembangkan dalam Golkar yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945,” kata Doli.
(Muspri-sisidunia.com)