Home » News » Pengacara Antasari Konfrimasi Kebebasan Antasari Pada 10 November Mendatang

Pengacara Antasari Konfrimasi Kebebasan Antasari Pada 10 November Mendatang



Jakarta – Mantan Ketua KPK Antasari Azhar mendapatkan bebas bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM pada 10 November 2016 nanti. Pihak pengacara menilai kebebasan Antasari spesial karena bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Pengacara Antasari Konfrimasi Kebebasan Antasari Pada 10 November Mendatang

“Iya (bebas), pas tanggal 10 November, bersamaan dengan Hari Pahlawan. Untuk sebagian beasar orang Antasari adalah pahlawan. Nyatanya, keberanian bertindak dan keberanian mengambil risiko terfitnah ketika (menjabat) Ketua KPK, sampai saat ini belum ada tandingannya,” kata salah seorang pengacara Antasari, Boyamin Saiman kepada wartawan, Minggu (30/10/2016).

Dikatakan Boyamin, surat kebebasan dari Kemenkum HAM tersebut sudah ada di pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten, tempat Antasari menjalani masa hukumannya. Mensyukuri kebebasan itu, rencananya, nanti pihak Antasari akan melakukan potong tumpeng di lapas tersebut.

“Surat sudah ditunjukkan kepada Pak Antasari. Untuk acara penyambutan, dilakukan potong tumpeng dan rebana di halaman Lapas,” katanya.

Antasari sudah menjalani hukuman penjara selama 6 tahun. Pada 11 Februari 2010 lalu, dia divonis 18 tahun penjara karena disebut menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Jelang kebebasannya, mantan jaksa itu menjalani proses asimilasi dengan menjalani pekerjaan di sebuah kantor notaris dan digaji sebesar Rp 3 juta per bulan. Uang gajinya itu langsung disetor ke negara.

Pihak pengacara Antasari mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kami berterima kasih kepada negara dan juga Presiden Jokowi yang telah mengarahkan Menteri Hukum dan HAM memperlakukan Pak Antasari dengan baik. Termasuk waktu Pak Antasari sakit juga dikunjungi oleh Pak Menteri (Hukum dan HAM) di rumah sakit. Termasuk juga remisi-remisi yang diberikan maksimal, bahkan ada yang 12 bulan dalam 1 tahun,” kata pengacara Antasari Boyamin Saiman.
(Muspri-sisidunia.com)