sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Zulkifli Hasan Pertanyakan Kebijakan Impor Cangkul

Zulkifli Hasan Pertanyakan Kebijakan Impor Cangkul



Yogyakarta – Ketua MPR Zulkifli Hasan menyayangkan beberapa perabotan sederhana yang seharusnya bisa diproduksi di negeri sendiri malah didatangkan dari luar.

Zulkifli Hasan Pertanyakan Kebijakan Impor Cangkul

“Harus berusaha keras agar bisa mandiri. Bayangkan, masa cangkul aja impor, daging impor, garam impor, kita harus mulai (mandiri),” kata Zul saat ditemui usai Workshop Perempuan Amanat Nasional Mengajar di Yogyakarta, Sabtu kemarin.

Menurut dia, Indonesia cukup kaya untuk bisa berdaulat. Namun demikian, perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah hingga perguruan tinggi.

“Kita punya segalanya untuk berdaulat, apakah berdaulat di bidang pangan, apakah berdaulat di bidang alat pertanian seperti cangkul bisa kita buat,” tandasnya.

Untuk mencapai tujuan swasembada, kata Zulkifli, perlu dukungan teknologi. Bersama kampus, pemerintah bisa mempercepat tujuan tersebut.

“Kalau cangkul saja kita impor kan repot kita,” sesalnya.

Perlu diketahui, pemerintah Indonesia melalui PT PII membuka kran impor cangkul sejak Agustus lalu, cangkul didatangkan dari China dan Vietnam.

Tak hanya Zulkifli Hasan yang merasa prihatin tentang impor cangkul, Muhammad Rivai Ketua departemen penataan produksi dan usaha tani Aliansi Petani Indonesia (API) juga prihatin dengan kebijakan pemerintah yang melakukan impopr cangkul dari luar negeri.

“Itu keprihatinan kita, masa cangkul impor. Sebagai negara besar kan seharusnya bisa membuat cangkul,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (30/10/2016).

Ia juga tidak habis pikir dengan langkah pemerintah dan seakan menerima langkah yang sudah diambil oleh pemerintah. “Itu lah pempimpinan kita, mau bagaimana lagi,” lanjut Rivai.
(Muspri-sisidunia.com)