Home » Hiburan » Penyebar Foto Tanpa Busana Jennifer Lawrence Dijatuhi Hukuman 1,5 Tahun Penjara

Penyebar Foto Tanpa Busana Jennifer Lawrence Dijatuhi Hukuman 1,5 Tahun Penjara



Jakarta – Pada 2014 lalu, publik dihebohkan dengan foto-foto bugil Jennifer Lawrence yang tersebar di internet. Pelaku pun akhirnya tertangkap dan sudah dijatuhi hukuman.

Penyebar Foto Tanpa Busana Jennifer Lawrence Dijatuhi Hukuman 1,5 Tahun Penjara

Dikutip dari Aceshowbiz, Minggu (30/10/2016) sang pelaku, Ryan Collins, berhasil ditangkap pada Maret 2016 lalu. Hakim William W. Caldwell memutuskan untuk menghukum pria berusia 36 tahun itu dengan hukuman penjara selama 18 bulan.

Menurut keterangan jaksa penuntut, setidaknya sudah lebih dari 100 akun Google dan Apple yang diretas oleh Ryan. Peretasan terjadi antara November 2012 hingga September 2014.

Penyelidik menemukan lebih dari 600 korban yang di antaranya terdiri dari para selebriti seperti Jennifer, Kate Upton hingga Gabrielle Union.

Ryan dinyatakan bersalah atas tudingan peretasan. Namun, para jaksa penuntut tak menemukan bukti sang hacker mengunggah atau menyebarkan foto-foto curian secara online.

Menurut keterangannya, sejak November 2012 hingga September 2014, Ryan mengirimkan email palsu Apple atau Google kepada para korban yang meminta mereka untuk memberikan password dan username. Ketika sang korban memberikan responsnya, Ryan bisa langsung mendapatkan akses ke akun email mereka, dan mendapatkan informasi-informasi personal, seperti foto dan video syur.

Ryan menggunakan sebuah sofware program untuk mengunduh seluruh konten dari akun milik sang korban. Setidaknya 50 akun iCloud dan 72 akun Gmail milik selebriti wanita berhasil didapatkan oleh Ryan.

“Kebanyakan orang saat ini menyimpan data-data rahasia dan penting mereka secara online lewat gadget. Orang-orang yang tak patuh hukum yang memiliki akses untuk informasi pribadi seperti itu adalah sebuah tindak pidana. Kami tetap berkomitmen untuk melindungi informasi sensitif dan pribadi ini dari tindakan jahat para hacker canggih dan para penjahat cyber,” ungkap Eileen M. Decker, pihak kejaksaan.
(Muspri-sisidunia.com)