sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dua Perampok Babak Belur Dihajar Warga

Dua Perampok Babak Belur Dihajar Warga



Medan – Dua perampok jalanan bernama Faisal (29) dan Wawan Syahputra (33) dihajar warga saat melakukan aksinya, keduanya warga Jalan Cemara Gang Jati Rata, Kelurahan Jatinegara, Binjai Utara, Sabtu (29/10/2016).

Dua Perampok Babak Belur Dihajar Warga

Mereka babak belur dihajar warga setelah gagal merampok Nurlianta alias Nurli (14) yang merupakan pelajar kelas IX SMP.

Awalnya, Nurli tengah berjalan di depan Gereja HKBP Binjai, Jalan Cut Nyak Dien, Kota Binjai, Sumatera Utara mau pulang ke rumahnya.

Saat berjalan, kedua pelaku yang menunggangi sepeda motor Honda Beat tanpa plat datang menghampirinya dan langsung merampok kalung yang digunakan korban.

Setelah berhasil merampok, keduanya berusaha melarikan diri. Tapi, sayang usaha mereka gagal karena korban berteriak meminta tolong. Warga sekitar dan masyarakat yang melintas, mendengar teriakan korban dan berusaha berusaha menangkap pelaku.

Agar keduanya tidak dituduh merampok, pelaku membuang kalung Nurli ke dalam parit. Namun usaha mereka terhindar dari amuk massa sia-sia. Beruntung bagi mereka, sebelum terluka lebih parah, polisi cepat sampai di lokasi dan membawa mereka ke Polres Binjai.

Kasat Reskrim AKP Bambang H Tarigan membenarkan kejadian itu dan mengakui kalau kedua pelaku sudah diamankan di Polres Binjai.

“Pelaku masih diperiksa oleh penyidik. Saat ini mau diinterogasi dulu, apakah pernah merampok di lokasi lain,” kata AKP Bambang.

Berdasarkan laporan korban, LP/706/X/2016/SPKT – 2/reskrim, kata Bambang mereka juga membawa kereta pelaku yang dipakai sebagai barang bukti.

“Kalung korban masih belum ketemu, karena mereka buang di parit,” jelasnya mengaku kedua pelaku diprasangkakan melanggar pasal 365 KUHP dengan penjara minimal 5 tahun.

saat diketahui, mereka nekat merampok kalung korban karena melihat korban berjalan sendirian. “Kalau berhasil, kalung itu mau kami jual untuk beli sabu,” pungkas AKP Bambang. (bens – sisidunia.com)