Home » News » Banjir Mengakibatkan Warga Gorontalo Tidak Bisa Mendapatkan Air Bersih

Banjir Mengakibatkan Warga Gorontalo Tidak Bisa Mendapatkan Air Bersih



Gorontalo – Batuan kemanusian untuk korban banjir di Kabupaten Gorontalo terus berdatangan ke posko tanggap bencana setempat. Bantuan berupa kebutuhan pokok yang berasal dari berbagai kalangan tersebut dikumpulkan di posko tanggap darurat untuk selanjutnya didistribusikan kepada para warga korban banjir.

Banjir Mengakibatkan Warga Gorontalo Tidak Bisa Mendapatkan Air Bersih

Selain itu, posko tanggap darurat juga membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga korban banjir.

Baca juga : Terendam Banjir, Mobil-mobil di Kawasan Kemang

Setiap hari, posko tanggap darurat yang dipusatkan di Gedung Kasmat Lahay Limboto ini terus menerima bantuan kemanusian untuk korban banjir. Adapun bantuan berupa makanan siap saji, minuman, beras, pakaian dan obat-obatan.

“Semua bantuan yang masuk dikumpulkan di posko tanggap darurat dan secepatnya akan didistribusikan ke wilayah yang terdampak banjir di sebelas kecamatan,” ujar Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Fadli Hasan, Minggu (30/10/2016).

Meski demikian, Fadli mengaku penyaluran bantuan sendiri masih terkendala jumlah petugas yang terbatas. Selain itu, akses ke lokasi yang terparah dilanda banjir masih sulit ditembus.

“Kami akan berusaha untuk segera mungkin menyalurkan bantuan yang saat ini sangat dibutuhkan warga korban banjir,” sambungnya.

Dikatakan Fadli, saat ini pihaknya membutuhkan alat berat untuk penanganan pasca bencana. Tak hanya itu, warga juga membutuhkan air bersih karena saluran PDAM masih terputus akibat banjir.

Dari data BPBD Kabupaten Gorontalo, saat ini tercatatat 1471 kepala keluarga dan 5100 jiwa yang menjadi korban bencana banjir di Kabupaten Gorontalo. Sementara pemerintah Kabupaten Gorontalo juga telah menetapkan masa darurat bencana sejak awal musibah banjir tanggal 25 Oktober hingga tujuh hari kedepan.