Home » News » Sidang Jessica : Arief Soemarko Membantah Telah Membunuh Istrinya Sendiri

Sidang Jessica : Arief Soemarko Membantah Telah Membunuh Istrinya Sendiri



Jakarta – Suami mendiang Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, membantah tuduhan kubu Jessica Kumala Wongso yang menyebut dirinya membayar Barista Cafe Olivier bernama Rangga untuk membunuh Mirna.

Sidang Jessica : Arief Soemarko Membantah Telah Membunuh Istrinya Sendiri

Tudingan itu bermula saat tim kuasa hukum Jessica mendapat informasi dari seseorang bernama Amir Papalia yang mengaku sebagai wartawan tabloid Bhayangkara Indonesia (Bharindo) milik Mabes Polri. Di sidang ke-31 pembacaan duplik atau tanggapan dari replik jaksa, Ketua tim kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, menyebut bahwa Amir melihat suami Mirna memberikan bungkusan berisi uang Rp140 juta untuk Rangga sehari sebelum Mirna tewas.

Baca juga : Hakim Diproses Usai Putusan Sidang Jessica

“Amir Papalia kan tidak berdasar, kalau punya fakta foto, saya tantangin. Berarti ini kan pencemaran nama baik, Pak Amir sudah saya laporkan ke polisi,” kata Arief sebelum menghadiri sidang vonis Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Arief menegaskan, tudingan dirinya membunuh sang istri tidak masuk akal. Faktanya, kata Arief, Jessica-lah yang mengundang istrinya untuk minum kopi di Cafe Olivier. Jessica pula yang memesan lebih dulu bahwa membayarnya sebelum Mirna datang.

“Faktanya Mirna bilang, ‘Oh my god so awful’, ada apa ini di kopinya, berarti kan ada sesuatu yang salah di kopinya. Tapi sekarang kok nyalahin-nya saya? Yang bermasalah kopinya kok, bukan saya. Kalau ibu-nya Jessica nyalahin masalah ambulans, sekarang saya tantangin, ibu panggil ambulan jam 05.20 WIB kondisi kemacetan jakarta, coba panggil, berapa lama dia datang?,” kata Arief berapi-api.

“Saya cuma memerlukan waktu 28 menit dari level pertama. Saya dari rumah ke GI (Grand Indonesia), mengangkat Mirna yang dia (Jessica) tidak membantu sedkit pun, saya sudah bilang tolong panggilkan satpamnya, saya sudah nunjuk,” katanya lagi.

Jessica, kata Arief, saat itu tetap bergeming.

Arief pun menuding balik pengacara dan keluarga Jessica hanya mencari kambing hitam agar Jessica tidak divonis bersalah. “Ya sekarang mereka menyalahkan semua orang, nyalahin hakim, intinya semua salah dan mereka benar,” kata Arief kesal.

“Kami hanya menghormati putusan hakim. Kalau tidak sesuai ya kita lakukan banding. Kami ingin hukuman seberat-beratnya, minimal seumur hidup.” ujar Arief. (bens – sisidunia.com)