sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Pastikan Pesan Berantai WA Sopir GrabBike Culik Anak Hoax

Polisi Pastikan Pesan Berantai WA Sopir GrabBike Culik Anak Hoax



Jakarta – Kabar soal percobaan penculikan di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, viral lewat WhatsApp. Pelaku disebut menyamar menjadi driver ojek online.

Polisi Pastikan Pesan Berantai WA Sopir GrabBike Culik Anak Hoax

Dalam pesan itu disebut peristiwa ini terjadi di SDIT Al Uswah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ada seorang driver ojek online yang datang ke sekolah mengaku disuruh orang tua untuk menjemput siswa bernama Khansa pulang ke rumah.

Wali kelas merespons dengan meminta driver ojek online itu menunggu di luar kelas agar dirinya mengonfirmasi lebih dulu ke orang tua Khansa. Driver ojek online ini kemudian menawarkan wali kelas menelepon orang tua siswa tersebut via handphone-nya. Wali kelas menolak.

Orang tua Khansa yang ditelepon wali kelas kemudian mengaku sama sekali tidak memesan ojek online. Apalagi rumah mereka letaknya cukup dekat dengan sekolah.

Wali kelas pun keluar kelas untuk menemui driver ojek online ini, namun dia sudah tidak ada. Driver ojek online ini sudah pergi meninggalkan lokasi. Pesan yang beredar ini disebut dari dewan guru dan disebarkan ke semua grup wali murid.

Wartawan mencoba melakukan penelusuran soal pesan yang beredar ini. Kapolsek Jagakarsa Kompol Sri Bhayangkari yang dikonfirmasi wartawan mengaku juga mendapatkan laporan soal kasus ini.

Kompol Sri mengatakan, dirinya sudah menindaklanjuti kasus ini dengan meminta jajarannya melakukan penelusuran. Bhabinkamtibmas telah datang ke SDIT Al Uswah Jagakarsa dan menemui pihak sekolah.

“Menurut keterangan kepala sekolah isu itu tidak benar atau hoax,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (27/10/2016).

Meski begitu, orang tua dan pihak sekolah tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan. Sebab, seorang warga di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, pernah mengalami kasus seperti ini.
(Muspri-sisidunia.com)