sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kejamnya Wanita PNS Ini Siksa PRT, Mulai Disiram Air Panas Sampai Disuruh Makan Cabai

Kejamnya Wanita PNS Ini Siksa PRT, Mulai Disiram Air Panas Sampai Disuruh Makan Cabai



Soreang – IS (36), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Barat, tergolong perempuan kejam. Dia menganiaya Nurlela Sari (23), pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.

Kejamnya Wanita PNS Ini Siksa PRT, Mulai Disiram Air Panas Sampai Disuruh Makan Cabai

Selama bertahun-tahun korban dianiaya IS, dengan disiram air panas, dihantam pakai palu, dan dipaksa makan cabe rawit, di kediaman tersangka di wilayah Komplek Bumi Orange Blok E-1 No.61 Rt 01 Rw 32 Desa Cimekar KecamatanCileunyi, Kabupaten Bandung.

Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Niko Adi Putra yang didampingi Kasubag Humas, AKP Eti Mulyati dan KBO Reskrim, Iptu Dwi Noor Wahyono membenarkan bahwa tersangka IS merupakan salah satu PNS di Dinas Perkebunan Provinsi bagian administrasi sejak tahun 2009. Kasus ini terungkap bermula dari pelaporan korban ke Polsek Cileunyi pada 4 Oktober lalu. Unit Reskrim Polsek Cileunyi langsung melakukan penyidikan dan menjemput tersangka di kediamannya.

“Kejadian ini terjadi pada 25 September lalu, dan korban berhasil melarikan diri dan pulang ke rumahnya di Cikarang Bekasi, pada 2 Oktober lalu, dan langsung melapor ke Mapolsek yang berada di Kabupaten Bekasi. Namun, oleh petugas disana diarahkan melapor ke Polsek Cileunyi pada 4 Oktober, sebab, harus melapor ke Polsek wilayah kejadian,” kata Niko saat memberikan keterangannya di Mapolres Bandung, Senin (24/10).

Pada saat korban melapor ke Polsek Cileunyi, lanjut Niko, korban mengalami luka robek di bagian kepala selebar 13 centimeter dikarenakan dihajar memakai palu sebanyak dua kali. Korban juga mengalami luka bakar melepuh sekujur tubuh di bagian punggung, lengan kiri dan leher, akibat siraman air panas. Selain itu luka terbakar di bagian lidah karena korban dipaksa memakan cabe rawit dengan jumlah yang banyak.

“Luka-luka serupa juga didapati hampir disekujur tubuh korban. Alasan pengaiayaan ini, dilakukan tersangka karena pakaian miliknya dicampurkan dengan pakaian kotor. Sehingga, pakaian yang hendak dipakainya tersebut rusak. Karena kesal tersangka langsung menghantam korban,” ucapnya.

Menurut pengakuan korban, penganiayaan itu dilakukan tersangka sejak korban bekerja di rumah majikannya itu tahun 2009. Saat itu korban mendapatkan gaji Rp 250 ribu, dan naik menjadi Rp 300 ribu pada tahun 2013. Namun korban tidak menerima gaji dengan alasan ditabungkan oleh tersangka.

“Penyiksaan ini terjadi sejak korban bekerja di rumah tersangka, secara fisikis gaji tidak diberikan, dan ada beberapa kejadian pada saat tersangka minta dipijit saat itu korban sedang tidur. Korban dipaksa memakan cabe rawit satu mangkuk,” jelasnya.

Niko pun menegaskan, akibat perbuatannya, tersangka IS dijerat dengan Pasal 44 UU No.23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT, ancaman pidana penjara 10 tahun penjara. Serta didenda sebanyak Rp. 30 juta.
(Muspri-sisidunia.com)