sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pertarungan Merebut Mosul Dari ISIS

Pertarungan Merebut Mosul Dari ISIS



Mosul – ISIS menguasai Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak pada Juni 2014. Sejak saat itu kelompok militan tersebut menculik dan merekrut anak laki-laki untuk menjadi prajurit, sementara anak perempuan dijadikan budak seks.

Pertarungan Merebut Mosul Dari ISIS

Tidak ada kehidupan normal di tempat itu. Anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah dan kebanyakan orang mengurung diri di dalam rumah karena ketakutan.

ISIS dilaporkan telah mengeksekusi mati 284 pria dan anak laki-laki di Mosul. Langkah itu
dilakukan kelompok militan tersebut karena pasukan koalisi Irak dan sekutunya tengah mengepung kota tersebut.

“ISIS menggunakan buldoser untuk memindahkan jasad-jasad ke kuburan massal yang menjadi tempat eksekusi. Militan itu mengalihfungsikan bangunan College of Agriculture di utara Kota Mosul,” ujar sumber intelijen kepada wartawan.

Sumber yang dirahasiakan identitasnya tersebut juga merinci para korban tewas akibat luka tembak, beberapa di antaranya anak-anak. PBB sebelumnya mengatakan, kondisi di Mosul sangat
serius dan mengkhawatirkan.

ISIS dilaporkan membawa 550 keluarga dari desa-desa di sekitar Mosul dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia ketika pasukan Irak dan Kurdi bertempur untuk merebut kota terbesar kedua di Irak.

Sementara itu, ISIS disebut-sebut menggunakan warga Mosul yang terjebak di antara peperangan antara ISIS dan koalisi Irak, sebagai tameng untuk mempertahankan ‘benteng’ mereka.

Menurut keterangan penduduk yang dihubungi oleh Reuters melalui jaringan telepon, ISIS melarang mereka untuk keluar dari Mosul dan mengarahkan mereka ke sebuah bangunan yang diduga merupakan target serangan udara.

Sementara itu, PBB kini sedang membentuk kamp penampungan pengungsi yang tak jauh di luar wilayah Mosul.

“Kami sedang membangun tempat pengungsian baru, dengan asumsi sekitar 200.000 orang mungkin akan butuh tempat perlindungan di hari pertama operasi berlangsung,” kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak, Lisa Grande.
(Muspri-sisidunia.com)