sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Penertiban PKL Nakal, Djarot : Pemprov DKI Adu Kuat Lawan Para PKL

Penertiban PKL Nakal, Djarot : Pemprov DKI Adu Kuat Lawan Para PKL



Jakarta – Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat sempat dihujani batu dan beling saat memimpin penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stasiun Jakarta Kota. Krat botol minuman melayang.

Penertiban PKL Nakal, Djarot : Pemprov DKI Adu Kuat Lawan Para PKL

Melihat kericuhan, Djarot menghindar dan mundur ke belakang. Namun Djarot dan Wali Kota Anas Effendi tak kena lemparan-lemparan itu. Djarot tetap menilai itu adalah aksi yang tak patut.

“Walaupun hujan batu dan beling pecahan botol, Alhamdulillah aman,” kata Anas kepada wartawan.

Anas menjelaskan, penertiban itu dilakukan di kawasan area luar Kota Tua, yakni dari Stasiun sampai Jalan Jembatan Batu arah Pasar Pagi Mangga Dua. Semua gerobak-gerobak diangkat dan kendaraan yang terparkir liar diderek.

“Para pedagang kaki lima kebanyakan non-KTP DKI. Mereka masuk selain dari Jalan Kopi Tambora Jakarta Barat, juga dari arah Jalan Tongkol dan Kampung Bandan Jakarta Utara, serta dari arah Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta,” kata Anas.

“Makanya saya datang ke sana melihat. Berarti kan mereka enggak bener,” tambah Djarot di Pos Pemenangan Badja (Basuki-Djarot), Jl Borobudur No 18, Jakarta Pusat (25/10/2016).

Sebelum muncul aksi ricuh lempar-lemparan itu, Djarot sempat mengajak dialog para PKL. Namun sejurus kemudian, ada aksi melempar batu dan botol kaca yang ditujukan ke Djarot.

“Makanya ini ‘on the spot’ saya tahu ya, bahwa cara-cara seperti itu enggak benar, termasuk mereka yang berulang kali di situ,” kata Djarot.

PKL-PKL itu sebelumnya sudah ditertibkan, namun lagi-lagi kembali ke lokasi yang sama. Tak seharusnya penolakan disampaikan lewat aksi rusuh, karena upaya dialog masih bisa dilakukan ke Djarot langsung. Namun eksekusi penertiban harus tetap dilakukan, ibaratnya, Pemprov DKI sedang adu kuat dengan pelanggar ketertiban.

“Dan saya sampaikan bahwa tidak boleh barang-barang mereka dirusak. Tetap, kita harus kuat-kuatan sama mereka, kasih penyadaran,” kata Djarot.
(Muspri-sisidunia.com)