sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mendagri Minta RT/RW Tak Lakukan Pungli Saat Warga Ingin Membuat KTP

Mendagri Minta RT/RW Tak Lakukan Pungli Saat Warga Ingin Membuat KTP



Jakarta – Untuk pengantar pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga, masyarakat harus meminta tanda tangan ketua RT dan RW setempat. Dari kepala ligkungan tersebut ada beberapa yang meminta ‘upah’ kepada warganya.

Mendagri Minta RT/RW Tak Lakukan Pungli Saat Warga Ingin Membuat KTP

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan tidak boleh ada pungutan di lingkungan RT dan RW. Namun berbeda halnya kalau ada suatu program kegiatan rutin yang sudah disepakati bersama di lingkup tersebut.

Baca juga : Kakorlantas : Layanan SIM Dan STNK Rawan Pungli

“Kalau iuran berkala di lingkungan RT/RW untuk siskamling dan kebersihan, menurut saya, itu tidak masuk pungli (pungutan liar),” ucap Tjahjo, dikutip dari kemendagri.go.id, Jumat 21 Oktober 2016.

Namun, Tjahjo menambahkan, harus ada kesepakatan antara kepala RT dan masyarakat bila ada pungutan kepada warga per bulannya. Misal, membicarakan biaya untuk membayar petugas kebersihan, atau masalah pembuangan sampah. Begitu juga untuk menyewa hansip.

Hal tersebut berdasarkan pengalaman Tjahjo yang pernah menjabat sebagai ketua RT di lingkungan rumahnya di Semarang. Menurut dia, untuk masalah kebersihan dan keamanan bersama, tidak apa-apa bila diadakan iuran.

“Namun kalau untuk buat surat pengantar keperluan lain-lain, ya tidak boleh dipungut biaya, karena itu menjadi tugas dari pengurus RT dan RW,” ujar Tjahjo. (bens – sisidunia.com)