Home » Hiburan » Kebenaran Cerita tentang Dosen Gaib di UAD Yogya Viral Di Medsos

Kebenaran Cerita tentang Dosen Gaib di UAD Yogya Viral Di Medsos



Yogyakarta – Sebuah pesan berantai berisi cerita dosen gaib di belakangan ramai menjadi perhatian netizen. Cerita itu juga diposting di sosial media. Diceritakan dosen gaib muncul salah satunya di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Kebenaran Cerita tentang Dosen Gaib di UAD Yogya Viral Di Medsos

Pesan tersebut memang tersebar dalam bahasa Jawa yang artinya:

“Iya, katanya dosen minta kuliah jam setengah 6. Ketika semuanya sudah berangkat, ada dosen masuk (kelas). Ketika semuanya termasuk dosen sudah masuk (kelas), dosennya hanya diam saja. Sama sekali tidak bicara.

Tiba-tiba ketua kelas mendapat SMS dari dosen yang asli. (Dosen) Mengatakan bahwa kelasnya tidak jadi ada kuliah, sebab dia berhalangan.

Tentu saja ketua kelas terkejut. Setelah itu, sang dosen asli meminta ketua kelas untuk memeriksa kakinya (dosen yang ada di kelas).

Terus, ketua menjatuhkan bolpoinnya, eh ternyata (kaki dosen) tergantung, nggak ada kakinya. Terus ketua mengirim pesan ke grup Line ‘Sekarang tolong keluar satu persatu dari yang paling belakang dan tanpa teriakan’, spontan semua melakukan perintah itu. Nah ketika yang terakhir (keluar kelas) ketuanya, tiba-tiba dosen gaib mendekatinya sambil mengatakan ‘kamu sudah tahu saya?’ Ketua langsung menjerit dan akhirnya UAD diliburkan selama 3 hari.”

Ketika wartawan mengkonfirmasi berita tersebut ke Kepala Humas UAD Yogyakarta Hadi Suyono, Senin (24/10/2016). Hadi menegaskan bahwa pesan tersebut tidaklah benar alias hoax.

“Itu saya pastikan hoax. Itu hanya euforia orang-orang dan beberapa web agar laris saja dengan membagikan pesan itu. Lewat wartawan, saya sampaikan dan pastikan bahwa berita itu hoax,” tegasnya.

Hadi menjelaskan, pihak kampus sebenarnya sengaja tidak menanggapi isu miring tersebut. Karena menurutnya, hal itu tidak berkaitan dengan kegiatan akademis. Namun belakangan dia menyadari info tersebut semakin ramai jadi perhatian netizen.

“Ini jadi pesan yang membunuh karakter UAD. Jangankan karena berita hantu, saat gempa besar (pada 2006) kami hanya libur beberapa hari dan tetap melaksanakan PMB (Penerimaan mahasiswa baru),” tutup Hadi.
(Muspri-sisidunia.com)