sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Jadi Petinggi Parfi, Prilly Tak Mau Makan Gorengan Dipinggir Jalan

Jadi Petinggi Parfi, Prilly Tak Mau Makan Gorengan Dipinggir Jalan



Jakarta – Kesibukan pesinetron muda Prilly Latuconsina semakin bertambah semenjak didaulatkan sebagai Ketua Humas Parfi 56. Karena hal tersebut, kondisi tubuh Prilly harus selalu sehat. Salah satu trik Prilly dalam menjaga kesehatakan adalah menghindari makanan pinggir jalan.

Jadi Petinggi Parfi, Prilly Tak Mau Makan Gorengan Dipinggir Jalan

“Kemarin sempat ngedrop, saya anaknya ringkih banget dari kecil. Makannya yang sehat saja jadinya, enggak makan gorengan, gitu-gitu saja sih. Jangan makan makanan yang belinya dipinggir jalan, karena tidak tahu bersih atau tidak,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/10) saat ditanya tipsnya menjadi stamina tubuh.

Baca juga : Prilly Mengaku Tak Mau Repot Dengan Rekayasa Foto Tanpa Busana

Menurut Prilly, lebih baik bawa bekal makanan dari rumah. Dia pernah mengalami masalah keshatan karena makan makanan di pinggir jalan. Prilly sakit tipus, gara-gara makan sembarangan. Setelah periksa ke dokter, ternyata ada bakteri di makanan Prilly. “Kita harus bersih, jadi ya lebih baik bawa bekal dari rumah. Saya selalu bawa bekal dari rumah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prilly juga mengingat pesan mamanya untuk tidak terlalu memforsir tenaganya untuk bekerja. Mamanya khawatir akan kondisi kesehatan Prilly. “Mama seumuran kamu masih main, kamu sudah kerja banget, itu komentar mama. Jangan terlalu diforsir kerjaan segala macam,” ujar Prilly.

Prilly berharap tidak ada masalah dengan kesehatannya, karena cita-citanya bekerja di bidang hiburan seperti saat ini. “Saya rasa lebih positif menghabiskan masa remaja dengan hal positif, daripada main, party. Main dan party bisa kita lakukan nanti. Untuk lakukan hal ini belum tentu kita bisa nanti, makanya aku prioritaskan. Nanti masalah main-main juga bisa di umur 25 atau 26 tahun. Masih party kok,” ujarnya. (bens – sisidunia.com)